Kepala Cabang PT Pelni Surabaya, Roni Abdullah, menyampaikan, program tersebut merupakan langkah untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi sepanjang periode Lebaran 2026.
“Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi selama masa lebaran tahun 2026,” ungkap Roni Abdullah, Minggu (1/3/26), dikutip dari Beritasatu.com.
Masa angkutan Lebaran secara nasional diperkirakan berlangsung dari 6 Maret hingga 6 April 2026, dengan puncak arus balik diprediksi terjadi pada awal April. Sementara itu, lonjakan tertinggi arus mudik dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diproyeksikan terjadi pada 18 Maret 2026. (P-Zamir)

