Dalam lima tahun, Prabowo targetkan perbaiki 300.000 sekolah: Benahi infrastruktur hingga digitalisasi pembelajaran

Jeffrey Rawis
Minggu, 22 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 22/3/26 (Jakarta): Tekad membenahi dunia pendidikan di Tanah Air kembali dipertegas Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi menyeluruh di sektor pendidikan, mencakup perbaikan infrastruktur sekolah hingga digitalisasi pembelajaran di seluruh nusantara.

Pemerintah, menurut presiden, mempercepat program renovasi sekolah dengan target 300.000 unit dalam lima tahun ke depan ini.

“Saya sedang melaksanakan perbaikan fisik sekolah-sekolah. Tahun lalu kita hanya mampu memperbaiki 17.000 sekolah. Tahun ini 70.000 sekolah. Tahun depan saya ingin naik menjadi 90.000 sekolah. Dalam lima tahun, target saya menyelesaikan 300.000 sekolah,” tegas Prabowo dalam tayangan Youtube, Minggu (22/3/26), sebagaimana dikutip Beritaprioritas.com dari Beritasatu.com.

Di samping perbaikan fisik, pemerintah juga melakukan transformasi sistem pembelajaran melalui digitalisasi di seluruh sekolah kita.

Distribusi papan pintar

Selanjutnya, Prabowo menyebut telah mendistribusikan lebih dari 288.000 unit papan pintar interaktif (Interactive Flat Panel) hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) se-Indonesia.

Dikatakan, perangkat ini dilengkapi materi pembelajaran yang memungkinkan siswa memahami pelajaran secara lebih interaktif lagi.

“Di tiap interactive flat panel ada software yang kami isi, hampir semua silabus pelajaran tersedia. Jadi setelah satu kelas selesai, jika guru ingin mengulang, materi sudah ada,” lanjutnya.

Mengurangi ketimpangan guru

Prabowo kemudian menuturkan, pemerintah juga menyiapkan sistem pengajaran terpusat untuk mengurangi ketimpangan kualitas guru di berbagai daerah kita.

“Nanti kami punya studio, guru-guru terbaik akan mengajar di sekolah yang kekurangan guru matematika atau guru bahasa Inggris. Materinya akan tersampaikan, dan dengan interactive flat panel, kami dapat memonitor kelas secara langsung,” paparnya.

Selanjutnya Presiden Prabowo menegaskan, reformasi pendidikan ini merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tengah perkembangan teknologi global ke depan.

“Ini adalah lompatan dalam pengembangan human capital,” tegas Prabowo Subianto.

Disebut Presiden Prabowo, pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia. (P-*r/Bst/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025