Cara disabilitas dapat peluang kerja, Kemnaker siapkan pelatihan wirausaha 2026

Giovanni Riung
Senin, 20 April 2026
EKBIS 0 238
2 menit membaca

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker): Prof. Yassierli, Ph.D. (Humas Kemnaker)


PRIORITAS, 20/4/2026 (Bantul): Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui penguatan pelatihan kewirausahaan. Program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang bagi penyandang disabilitas menjadi pelaku usaha produktif.

Kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026 bertema “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama” digelar sebagai ruang pengembangan kapasitas dan pembelajaran bagi penyandang disabilitas dalam mengembangkan ide usaha secara kreatif dan inovatif.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, menyampaikan bahwa perluasan akses kerja menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan potensi tenaga kerja nasional. Ia menekankan bahwa peluang kerja tidak terbatas pada sektor formal, melainkan juga terbuka melalui usaha mandiri dan ekonomi kreatif berbasis teknologi.


“Lowongan kerja tidak hanya tersedia di perusahaan, tetapi juga dapat diciptakan sendiri melalui usaha. Perubahan pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika dunia kerja,” ujar Sukro saat membuka kegiatan di Bantul, Jumat (17/4/2026).

Program ini berfokus pada peningkatan keterampilan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas serta penguatan kapasitas usaha bagi pelaku UMKM rintisan. Peserta memperoleh pembekalan mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan bisnis, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.

Selain pelatihan, Kemnaker menyediakan dukungan lanjutan melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Program ini mencakup pendampingan usaha, fasilitasi akses pembiayaan, serta pengembangan jaringan usaha guna memperkuat keberlanjutan bisnis peserta.

Sukro menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang dalam berkarya. Penguatan kreativitas dan kemampuan berpikir dinilai sebagai kunci utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Program ini juga diarahkan untuk mendorong usaha rintisan berkembang dan meningkatkan skala usaha, sehingga mampu menyerap tenaga kerja baru serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R).

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan