
Ilustrasi seorang pekerja memeriksa kontainer berisi barang kena cukai. (‘Courtesy’ Kompas.com/Shutterstock/Weerasak Saeku)PRIORITAS, 11/5/26 (Teheran): Ada laporan terbaru menyebutkan, blokade Amerika Serikat (AS) atas Selat Hormuz, telah melumpuhkan pelabuhan-pelabuhan utama Iran, termasuk amat mengganggu perekonomian, sehingga Teheran mulai mengalihkan fokus perdagangannya ke jalur darat melalui kereta api kargo dari China, kendati transportasi ini berbiaya mahal.

Disebutkan, angkah ini (terpaksa) dilakukan sebagai upaya darurat untuk mengurangi dampak blokade AS yang telah melumpuhkan aktivitas di pelabuhan-pelabuhan utama Iran sejak 13 April 2026 lalu.
Adapun intensitas pengiriman kereta barang dari Xi’an, China Tengah, menuju Teheran dilaporkan meningkat drastis sekali.
Apabila sebelumnya hanya ada satu kereta per minggu, kini jadwal keberangkatan naik menjadi satu kereta setiap tiga hingga empat hari, demikian laporan itu melansir.

Tetapi, faktanya jalur darat ini tidaklah murah. Biaya pengiriman satu kontainer standar melonjak hingga 7.000 dollar AS (sekitar Rp121,6 juta) atau sekitar 40 persen lebih mahal dari tarif normal, yang berbicara dengan syarat anonim, dikutip dari Bloomberg, Jumat (8/5/26) lalu.
Kian tingkatkan ketergantungan Iran ke China
Adapun jalur kereta ini melintasi Kazakhstan dan Turkmenistan sebelum mencapai perbatasan Iran.

Ilustrasi gerbong kereta api. (‘Courtesy’ Kompas.com/Getty Images/iStockphoto/Artem_Egorov)
Di samping kendala biaya, rute ini semakin memperkuat ketergantungan Iran pada China, mengingat Beijing saat ini merupakan pembeli utama minyak Iran sekaligus penyuplai utama barang industri.
Diketahui, saat ini, perdagangan sebagian besar bersifat satu arah, dengan kontainer menuju Iran berisi barang-barang industri dan konsumen, termasuk suku cadang otomotif, generator, dan elektronik, kata sumber anonim ini lagi.
Sementara itu, pejabat Iran mengatakan, mereka sedang mempertimbangkan jalur kereta api untuk mengekspor produk seperti petrokimia dan bahan bakar di kemudian hari.
“Sebelumnya, kereta-kereta ini sama sekali tidak beroperasi selama beberapa minggu, sekarang sudah penuh dipesan untuk bulan Mei,” kata Altan Dursun, direktur pelaksana Silkroad-Avrasya Multimodal Logistics yang berbasis di Turkiye itu.
Selanjutnya Dursun menambahkan, rencana sedang disusun untuk menambah kapasitas lebih lanjut pada bulan Juni mendatang.
Disebutnya lagi, setiap kereta dari Xi’an mengangkut sekitar 50 kontainer standar berukuran 12 meter, sementara kapal kontainer jarak jauh dapat menampung ribuan kontainer.
Tidak menanggapi komentar
Sementara itu, perusahaan Kereta Api Iran, yakni operator kereta api milik negara, tidak menanggapi permintaan komentar.
Diketahui, rute melalui China merupakan salah satu titik untuk memperluas koridor logistik Iran dengan sekutu dan melindungi diri dari tekanan Barat selama ini.
Di bulan Oktober, Iran mulai mengekspor solar melalui kereta api untuk pertama kalinya ke Afghanistan menggunakan jalur kereta api Khaf-Herat sepanjang 225 kilometer.
Disebutkan, kereta itu menghubungkan provinsi Khorasan-e Razavi di timur laut Iran dengan Herat, demikian dilaporkan media pemerintah yang dilansir Kompas.com.
Sementara itu, pada Februari tahun lalu, China meresmikan jalur kereta api barang langsung ke Hairatan di Afghanistan utara.
Lalu, beberapa bulan kemudian, Uzbekistan dan Afghanistan mengumumkan rencana untuk memperpanjang jalur kereta api ke Herat, yang berjarak sekitar 130 kilometer dari perbatasan Iran.
Jadi solusi penting hadapi blokade AS
Sebuah stasiun televisi milik pemerintah, Press TV, menggambarkan jalur penghubung Xi’an sebagai solusi penting sebagai tindakan pencegahan untuk menjaga perdagangan bilateral dari cengkeraman hegemoni AS.
Di samping jalur kereta api yang menghubungkannya dengan China, Iran telah berkomitmen untuk menghabiskan miliaran dollar AS untuk jalur utara-selatan yang menghubungkannya dengan Rusia.
Berdasarkan kantor berita semi-resmi Fars, Iran dapat mengalihkan 40 persen dari perdagangan maritimnya yang biasa ke jalur darat.
Selain itu, permintaan truk dari Turkiye juga meningkat sejak dimulainya blokade, kata sebuah perusahaan pengiriman barang di Istanbul. Dimana, sebagian besar muatan baru tersebut membawa makanan dan minyak bunga matahari.
Kini, dengan sebagian besar pelabuhan laut Iran terputus, rute impor alternatif apa pun sangat dibutuhkan karena Teheran berupaya menjaga perekonomian tetap berjalan lancar. (P-*r/Kps/jr)

