Rusia lindungi dosen Spanyol pembobol data intelijen mata-mata NATO dan CIA

Jeffry Wuisan
Sabtu, 8 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 8/8/26 (Moskow): Pemerintah Rusia melindungi
dosen warga Spanyol, Enrique Arias Gil (38 tahun), hacker atau peretas yang membobol data pusat intelijen mata-mata untuk NATO dan CIA serta SBU.


Dalam laporan terbaru, kantor Berita Rusia, TASS, Sabtu ini (8/8), menyebutkan Gil yang dicari Europol dan telah menerima suaka politik di Rusia, berada di balik pengungkapan 400 mata-mata Spanyol dan Ukraina yang terkait dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO) atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara, Central Intelligence Agency (CIA) Badan Intelijen Pusat AS dan Sluzhba Bezpeky Ukrayiny (SBU) Dinas Keamanan Ukraina.

“Ini membutuhkan waktu tiga bulan pengerjaan. Jadi, biarkan mereka sangat berhati-hati”, kata Arias.

Menurut Gil, di antara 400 orang tersebut terdapat perwira yang berpangkat brigadir jenderal, kolonel, dan letnan kolonel.


Bahkan, salah satu tokoh yang, bisa dibilang, paling simbolis di antara mereka adalah seorang letnan kolonel dari Centro de Inteligencia de las Fuerzas Armadas (CIFAS) atau Pusat Intelijen Angkatan Bersenjata Spanyol.

Ini adalah intelijen militer Spanyol, yang terkait dengan NATO dan Ukraina, dan khususnya dengan pelaksanaan perang kognitif.

Selain itu, Arias juga menambahkan, ia berhasil memperoleh foto dan informasi pribadi lebih dari 1.000 petugas polisi Spanyol.

Peretas pro-Rusia

Informasi sekelompok peretas pro-Rusia telah mengungkap identitas lebih dari 400 karyawan intelijen Spanyol dan Ukraina yang terkait dengan NATO, dipublikasikan di media Rusia pada awal Agustus.

Menurut polisi, kelompok PalachPro, APTDesi, dan NoName057 meretas basis data lembaga penegak hukum dan pasukan keamanan Spanyol dan negara-negara NATO.

Di antara data yang bocor berisi nama-nama agen yang bekerja sama dengan SBU, CIA, dan MI6, serta personel militer Spanyol.

Informasi yang dibobol itu, kemudian diteruskan ke dinas intelijen Rusia.

Mantan dosen keamanan

Menurut The Moscow Times, Enrique Arias Gil adalah warga negara Spanyol yang lahir 20 Maret 1988 di Madrid.

Ia mantan dosen dan memiliki gelar doktor di bidang Keamanan Internasional dari Instituto Universitario Gutiérrez Mellado-UNED, serta gelar di bidang Ilmu Politik.

Ia pernah mengajar ilmu politik, menulis buku tentang ekstremisme/radikalisasi, dan bekerja sebagai analis di bidang terorisme serta keamanan.

Pada Maret 2024, ia mengelola kanal Telegram berbahasa Spanyol bernama “Desinformador Ruso” (Russian Disinformer) yang menyebarkan propaganda pro-Rusia, merayakan serangan siber, dan berisi konten anti-Spanyol dan Uni Eropa terkait dukungan terhadap Ukraina.

Otoritas Spanyol dan Europol menuduhnya terlibat dengan kelompok hacktivist pro-Rusia NoName057(16), yang diduga dekat dengan Kremlin dan bertanggung jawab atas ratusan serangan siber terhadap situs pemerintah, infrastruktur kritis, dan lembaga di Spanyol serta negara Uni Eropa lainnya.

Tuduhan terhadapnya, yaitu mengumpulkan informasi sensitif tentang infrastruktur kritis Spanyol dan anggota pasukan keamanan untuk memfasilitasi serangan siber.

Ia juga disebut terlibat organisasi kriminal, merusak basis data komputer dengan tujuan teroris, serta apologetika terorisme.

Bahkan terlibat ancaman terhadap jurnalis dan tokoh yang mendukung Ukraina.

Pada September 2025, Europol memasukkannya ke daftar “Most Wanted”, dan pengadilan Spanyol (Audiencia Nacional) mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional.

Jadi ‘patriot Rusia’

Ia lari ke Rusia pada Agustus 2024 saat mendapat beasiswa/hibah dari Casa Rusa (Russian House) di Madrid, yang terkait dengan agen diplomasi budaya Rusia Rossotrudnichestvo, untuk belajar bahasa Rusia.

Pada Februari 2025 ia mengajukan suaka politik. Pada Februari 2026, ia memberitahu kantor berita negara Rusia TASS, telah memperoleh status pengungsi politik.

Ia sedang mengurus kewarganegaraan Rusia dan menyatakan tidak ingin kembali ke Spanyol.

Kremlin belum secara resmi mengonfirmasi secara publik, dan sumber polisi Spanyol menyebut kemungkinan ekstradisi dari Rusia sangat kecil.

Arias Gil sendiri membantah tuduhan terlibat kejahatan dan terorisme.
Sebaliknya ia mengklaim mengalami penganiayaan di Spanyol, dan kini mengidentifikasi diri sebagai ‘patriot Rusia’. (P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan