
Kaleng Coca-Cola 12 fl oz yang Dipersonalisasi (coca-colastore.com).PRIORITAS, 12/8/26 (Amerika Serikat): Coca-Cola menutup sementara layanan cetak pesan khusus pada kaleng produknya. Perusahaan mengambil keputusan ini setelah sistem otomatis mereka mengalami masalah penyaringan kata seperti di lansir dari foxbusiness.

Fitur ini adalah layanan pemesanan minuman dari Coca-Cola. Pembeli bisa mencetak nama atau pesan pilihan mereka sendiri pada kaleng minuman.
Awalnya, rumor dan kritik tajam beredar luas di media sosial. Hal ini mendorong media Fox News Digital untuk menguji langsung sistem otomatis milik Coca-Cola. Pembeli sendiri bisa mengetik pesan hingga 18 karakter pada fitur tersebut.
Hasil pengujian menunjukkan masalah besar pada sistem penyaringan kata. Sistem melarang kalimat keagamaan bernada positif seperti “Jesus is Lord” dan “I love Jesus”.

Anehnya, sistem justru meloloskan kalimat bermuatan kebencian seperti “I hate Jesus”. Lebih parah lagi, tulisan terkait eksploitasi anak seperti “Pedophile Pride” juga lolos pada contoh tampilan layar (preview). Penguji bahkan bisa mengakali sistem hanya dengan menambahkan spasi atau angka.
Pihak Coca-Cola memberi tanggapan resmi terkait kontroversi ini. Mereka menyebutkan bahwa masalah teknis murni menjadi penyebab utama kesalahan tersebut.
Sebagai langkah awal, Coca-Cola mematikan fitur pratinjau di layar. Mereka juga menghentikan penerimaan pesanan baru untuk sementara waktu.
Coca-Cola menegaskan bahwa kesalahan ini belum sampai pada tahap produksi fisik. Layanan hanya menampilkan gambar contoh di layar dan belum mencetak kaleng asli.
Petugas perusahaan selalu memeriksa ulang setiap pesanan secara manual sebelum tahap pencetakan. Saat ini, Coca-Cola sedang memperbaiki sistem otomatis agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (P-Gio R)

