Begini euforia warga sambut Hari Kemerdekaan, Pasar Jatinegara penuh berbagai pernak-pernik bernuansa merah putih

Hosana Rawis
Minggu, 16 Agustus 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 16/8/26 (Jakarta): Ekspresi semangat nasionalisme menggema di mana-mana. Dan euforia menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini pun terasa di gang dan lorong Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.


Tersebutlah sebuah gang di wilayah samping Pasar Jatinegara, dipenuhi berbagai pernak-pernik bernuansa merah putih.

Tampak bendera dan umbul-umbul terpasang di sisi kanan dan kiri lorong, sementara bagian atas gang dihiasi bendera yang menjulang.

Tercatat lebih dari 10 kios terlihat menjajakan perlengkapan khas Agustusan, mulai dari bendera, lampion, aksesori, hingga peralatan lomba.


Pembeli yang datang berasal dari berbagai kalangan

Begitulah suasana semakin meriah karena warna merah dan putih mendominasi hampir seluruh area penjualan pernak-pernik tersebut. Sejumlah pembeli tampak menyusuri kios untuk memilih perlengkapan yang akan digunakan menghias rumah, lingkungan, hingga kebutuhan perlombaan 17 Agustus.

Warna-warni pernak-pernik hari kemerdekaan yang memenuhi gang samping Pasar Jatinegara. (Courtesy Kompas.com/Muhammad Wildan Alghofari)

Adi (30), salah seorang pedagang, mengatakan pembeli yang datang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari warga, perkantoran, sekolah, hingga kelurahan.

“(Pemberi berasal dari) orang kantoran, warga, dari pihak-pihak sekolah, dari pihak-pihak kelurahan,” kata Adi saat ditemui Kompas.com di Pasar Jatinegara, Selasa (11/8/26) lalu.

Disebut Adi, bendera segitiga, umbul-umbul, dan lampion menjadi beberapa perlengkapan yang banyak dicari menjelang perayaan Kemerdekaan.

Lalu Adi yang berjualan perlengkapan perayaan HUT kemerdekaan RI sejak 2020 menyebut suasana tahun ini masih ramai. “Pengunjung sih sekarang masih banyak, cuma enggak seramai dulu,” ungkap Adi.

Sementara pedagang lainnya, Sandi mulai menjual perlengkapan perayaan kemerdekaan sejak pertengahan Juli dengan memproduksi sebagian barang dagangannya sendiri di Arjawinangun, Cirebon.

Adapun proses menyiapkan berbagai perlengkapan tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, terutama karena sebagian barang dibuat dan dijahit sendiri.

Sandi turut menyebut bendera menjadi barang yang paling laris, disusul bendera latar untuk rumah dan bendera segitiga berbahan kain.

“Yang paling laris kalau bendera sudah pasti, dan kedua itu background yang misal background rumah, serta bendera segitiga,” jelas Sandi lagi.

Harga bervariasi dari Rp2.000 hingga Rp500.000

Mengenai harga pernak-pernik yang dijual Sandi bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga Rp500.000 untuk bendera pusaka berbahan drill.

Warna-warni pernak-pernik hari kemerdekaan yang memenuhi gang samping Pasar Jatinegara. (Courtesy Kompas.com/Muhammad Wildan Alghofari)

Juga di tengah kepadatan kios, pembeli terlihat membawa pulang berbagai perlengkapan untuk mempercantik lingkungan dan mengikuti kegiatan 17 Agustus.

Ning (39), salah seorang pembeli, datang dari Kampung Melayu untuk membeli bendera dan berencana menambah lampu agar lingkungan tempat tinggalnya semakin meriah.

“Penginnya beli lampu biar ramai aja, biar tambah warna-warni, kalau malam kan jadi kelihatan meriah,” kata Ning.

Bisa pilih-pilih barang

Adapun persiapan di lingkungannya sudah dilakukan sejak sepekan lalu, sedangkan pemasangan dekorasi di sekitar rumahnya baru dimulai dua hari terakhir.

Ning memilih membeli langsung di Pasar Jatinegara karena dapat melihat dan memeriksa barang sebelum membelinya, terutama ketika waktu menuju 17 Agustus semakin dekat.

“Kalau di sini bisa milih barang, megang barang, kualitasnya kan kita bisa tahu,” ujar Ning meyakinkan.

Dilakukan secara swadaya melalui iuran warga

Mengenai pembelian perlengkapan tersebut juga dilakukan secara swadaya melalui iuran warga sesuai kemampuan masing-masing.

Disebut Ning, pemasangan dekorasi perayaan kemerdekaan tetap dilakukan setiap tahun meski kegiatan lomba di lingkungannya kini terkendala anggaran. “Yang penting meriah dan wajib ada (pemasangan dekorasi kemerdekaan),” ujar Ning.

Pembeli lainnya, Santi (42), datang dari Grogol, Jakarta Barat, untuk membeli perlengkapan menghias dua sepeda milik anaknya yang akan mengikuti lomba 17 Agustus.

Tersebutlah Santi membeli bando, pita, rumbai-rumbai, dan bendera setelah sebelumnya mulai mempersiapkan kebutuhan tersebut sejak sepekan lalu. “(Membeli harga) semurah-murahnya sih, Rp100.00-an paling mahal dua sepeda,” kata Santi lagi.

Adapun semarak pernak-pernik perayaan kemerdekaan di kawasan tersebut juga menjadi bagian dari aktivitas musiman para pedagang yang menyesuaikan barang dagangan dengan momentum tertentu.

Sementara petugas keamanan pasar, Firman (40) mengatakan pedagang biasanya mulai menjajakan pernak-pernik Agustusan sejak akhir Juli dan suasananya semakin ramai memasuki Agustus.

“Kalau (memasuki bulan) Agustus mah biasanya udah ramai (para pedagang menjual aksesoris agustus),” ujar Firman menjelaskan.

Memang, suasana di gang samping Pasar Jatinegara memang tampak meriah dan semarak merayakan hari kemerdekaan sangat terasa di sana.

Pedagang menyulap gang tersebut dengan menampilkan banyak aksesoris hari kemerdekaan yang bervariasi. Pasar Jatinegara memang dikenal sebagai pasar yang menjajakan aksesoris hari kemerdekaan yang lengkap dan murah. (P-*/mj)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan