PRIORITAS, 27/8/26 (Nepal): Bencana banjir bandang dahsyat melanda delapan distrik di Nepal usai gempa bumi berkekuatan 4,4 magnitudo mengguncang kawasan perbatasan Tibet pada Kamis (27/8/2026). Pihak Kepolisian Nepal mengonfirmasi penemuan 162 jenazah korban banjir hingga pukul 05.00 pagi waktu setempat.
Luapan 20 juta meter kubik air Sungai Bhote Koshi melenyapkan stasiun pemantau cuaca di Syabrubesi, Betrawati, serta Malekhu. Oleh karena itu, otoritas keamanan langsung mengerahkan 3.318 personel polisi guna menyisir lokasi bencana dilansir dari NepalNews.
Helikopter militer evakuasi ratusan warga dan pemerintah pulihkan jaringan listrik
Awalnya, tim pertolongan mencatat korban jiwa terbanyak di Chitwan sebanyak 64 jiwa serta Dhading sebanyak 27 jiwa. Selanjutnya, 11 tim darurat Angkatan Darat Nepal menerbangkan enam helikopter militer untuk memindahkan 94 warga terisolasi melalui udara.
Sebab, banjir bandang ini melumpuhkan 12 pembangkit listrik berkapasitas 431 Megawatt serta memutus aliran listrik di Distrik Rasuwa. Bahkan, terjangan air bah melenyapkan 28 petugas polisi serta memutus kontak dengan 196 pekerja proyek.
Akhirnya, tim medis merawat 41 korban luka di Rumah Sakit Pendidikan T.U. dan Pusat Trauma Nasional Kathmandu. Dengan demikian, pasukan militer terus mendistribusikan bantuan tenda serta bahan pangan demi menyelamatkan warga terdampak. (P-*/Gio R)








