Para pengunjukrasa membakar kantor suratkabar di Dhaka, Bangladesh, menyusul tewasnya tokoh politik muda di negara itu .(wionnews)PRIORITAS, 19/12/25 (Dhaka): Bangladesh diguncang kerusuhan setelah seorang pemimpin mahasiswa yang menjadi tokoh politik baru idola kaum muda dan masyarakat, Sharif Osman Hadi, tewas ditembak.
Informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Jumat (19/12/25), kerusuhan itu pecah di ibukota Bangladesh, Dhaka, serta kota-kota lain.
Ribuan polisi dan pasukan paramiliter dikerahkan, menyusul protes kekerasan semalam terkait kematian Hadi, seorang pemimpin pemuda populer.
Para petugas keamanan khawatir kerusuhan lebih besar akan terjadi, menjelang pemilihan nasional di mana Hadi dijadwalkan maju sebagai salahsatu calon.
Hadi berencana untuk maju sebagai kandidat independen dari daerah pemilihan utama di Dhaka dalam pemilihan bulan Februari nanti.
Sharif Osman Hadi (32 tahun), adalah juru bicara Inquilab Mancha, atau Platform untuk Revolusi.
Ia sangat dikenal setelah berpartisipasi dalam protes mahasiswa, yang menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina tahun lalu.
Meninggal di Singapura
Para penyerang bertopeng menembak Hadi di kepala di Dhaka Jumat lalu saat ia sedang menaiki becak.
Dua pria yang mengendarai sepeda motor membuntuti Hadi dan salah satu dari mereka menembaknya sebelum melarikan diri dari tempat kejadian.
Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit setempat di Dhaka, Hadi yang kritis sempat diterbangkan ke rumah sakit di Singapura, namun nyawanya tidak tertolong. Ia meninggal dunia, Kamis malam.
Kabar kematian Hadi langsung memicu amarah para pemuda dan publik Bangladesh.
Mereka langsung keluar memenuhi jalan-jalan. Massa yang marah kemudian membakar sejumlah properti terutama kantor dua surat kabar terbesar di negara itu.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan massa merusak kantor surat kabar harian, Prothom Alo, serta Daily Star.
Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok Islamis sering melakukan aksi protes di luar kantor-kantor media harian itu, yang dituduh memiliki hubungan dengan India.

Tokoh politik muda Bangladesh, Sharif Osman Hadi, yang tewas ditembak pria bertopeng di Dhaka.(wionnews)
Didukung masyarakat
Hadi sudah sangat dikenal dan mendapat dukungan masyarakat Bangladesh yang berharap terjadi perubahan lebih baik di negara tersebut.
Ia adalah kritikus vokal terhadap negara tetangga India, tempat mantan perdana menteri Sheikh Hasina melarikan diri sejak ia digulingkan dalam protes yang dipimpin mahasiswa tahun lalu.
Kelompok Inquilab Mancha, tempat Hadi bergabung, dibentuk setelah penggulingan PM Hasina tahun lalu.
Saksi mata dan laporan media mengatakan ribuan demonstran turun ke jalan-jalan Dhaka, segera setelah berita kematian Hadi
Demonstrasi tersebut ditandai dengan slogan-slogan sarat emosi yang menyebut nama Hadi.
Para pengunjuk rasa bersumpah untuk melanjutkan gerakan Hadi dan menuntut keadilan yang cepat.
Beberapa daerah tetap tegang, dengan tambahan polisi dan pasukan paramiliter dikerahkan untuk mencegah kekerasan lebih lanjut.
Kekerasan juga dilaporkan terjadi di kota pelabuhan Chittagong, di mana para pengunjuk rasa menyerang Asisten Komisi Tinggi India dan membakar sebuah rumah milik mantan menteri pendidikan dari Partai Awami League.
Sedikitnya empat orang terluka setelah kekerasan itu. Korban luka termasuk dua petugas polisi, lapor Assam Tribune mengutip media lokal.
Lari ke India
Serangan terhadap Hadi masih diselidiki, tetapi penembakan tersebut telah memicu ketegangan.
Pihak berwenang mengatakan mereka telah mengidentifikasi para tersangka dan pelaku penembakan kemungkinan besar telah melarikan diri ke India.
Human Rights Watch dan Amnesty International baru-baru ini menyatakan keprihatinan atas pelanggaran hak asasi manusia di Bangladesh.
Pemimpin sementara negara itu, peraih Hadiah Nobel Perdamaian, Muhammad Yunus, yang mengambil alih kekuasaan tiga hari setelah penggulingan Hasina pada Agustus 2024, berjanji untuk menghukum para pembunuh Hadi.
Pemerintahan sementara juga telah menetapkan hari Sabtu 20 Desembe 2025 sebagai hari berkabung nasional, untuk menghormati Hadi, dengan bendera nasional dikibarkan setengah tiang dan doa khusus direncanakan di seluruh negeri.(P-Jeffry W)