Kehilangan petinju dahsyat Prichard Colon setelah 11 tahun gegar otak, WBC berduka

Wolter Rumapar
Jumat, 14 Agustus 2026
OLAHRAGA Tinju 0 300
2 menit membaca

PRIORITAS, 14/8/26 (Puerto Rico): Setelah 11 tahun alami gegar otak, petinju berbakat dan dahsyat kelas welter (66,7 kg) Prichard Colon Melendez meninggal dunia.


World Boxing Council (WBC) menyatakan berduka usai kehilangan petinju asal Puerto Rico itu.

“Beristirahatlah dengan tenang, Prichard tersayang. Warisan dan senyummu akan hidup selamanya di hati kami,” demikian disampaikan melalui laman resmi pernyataan WBC, Jumat (14/8/26).

Dapat pukulan keras dan ilegal


Pada 17 Oktober 2015, di malam yang nahas pada duel melawan Terrel Williams di Fairfax, Virginia, Amerika Serikat, hidup Prichard berubah selamanya setelah mendapat pukulan keras dan ilegal di bagian belakang kepala selama pertandingan yang menyebabkan pendarahan otak dan kerusakan neurologis permanen.

“Dengan berat hati dan kesedihan mendalam yang menyelimuti seluruh komunitas tinju internasional, WBC dan Presiden Mauricio Sulaiman berduka atas meninggalnya mantan petinju dan ikon keberanian, Prichard Colón Melendez,” ungkap WBC.

“Beristirahatlah dengan tenang, Prichard tersayang. Warisan dan senyummu akan hidup selamanya di hati kami,” demikian WBC.

Lahir pada 19 September 1992, Prichard Colon muncul sebagai salah satu prospek paling cemerlang di tinju kawasan Karibia.

Prichard diberkahi dengan bakat teknik yang luar biasa, karisma yang melimpah, dan kekuatan yang dahsyat.

Petinju Puerto Rico itu menaklukkan berbagai kejuaraan amatir nasional dan meraih medali emas Pan Amerika Remaja sebelum beralih ke profesional.

Prichard membangun rekor mengesankan dengan 16 kemenangan dan 13 knockout (KO). Ia tidak hanya bertarung dengan keterampilan namun dengan keanggunan dan kebanggaan membawa bendera Puerto Rico ke puncak kejayaan.

Juara dunia kehormatan

Sejak hari tragis itu, WBC dan keluarga tinju global berjanji untuk tidak pernah melepaskan tangan Prichard atau orang-orang yang dicintainya.

Sebagai pengakuan atas semangatnya yang pantang menyerah dan perjuangan tanpa henti keluarganya, WBC menobatkannya sebagai Juara Dunia Kehormatan, dan memberinya sabuk Hijau dan Emas ikonis yang selalu pantas ia dapatkan.

Kecelakaan tragis yang menimpa Prichard bukanlah tanpa alasan. Peristiwa itu menginspirasi WBC untuk secara tegas memperkuat peraturan keselamatan, menerapkan toleransi nol untuk pukulan ke bagian belakang kepala (pukulan kelinci) dan memberlakukan protokol medis yang lebih ketat untuk melindungi integritas semua petarung di seluruh dunia.

Presiden Mauricio Sulaiman beserta seluruh keluarga WBC menyampaikan belasungkawa, doa, dan pelukan tulus terdalam kepada orang tua, keluarga, dan rakyat Puerto Rico yang heroik di masa duka itu.

Dilansir Antara, Prichard Colon tak lagi menderita karena hari ini ia telah menggantungkan sarung tinju duniawinya untuk beristirahat dalam kedamaian abadi dan mengenakan mahkota abadi yang diperuntukkan bagi para pejuang sejati.(P-*/wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan