Pesawat tempur F-22 AS terlihat sebelum lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Lakenheath di Inggris menuju Israel, 24 Februari 2026. (x-@tallglenn85)PRIORITAS, 25/2/26 (Jerusalem): Amerika Serikat (AS) menambah kekuatan sebagai persiapan serangan ke Iran, dengan mengirim 12 pesawat tempur jet F-22 Raptor ke pangkalan Angkatan Udara Israel.
Pengerahan pesawat tempur siluman ini menjadi peningkatan besar-besaran kekuatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Menurut data pelacakan penerbangan sumber terbuka dan pengamat pesawat, jet-jet tersebut sebelumnya ditempatkan di pangkalan udara di Inggris dalam beberapa hari terakhir. Namun terlihat lepas landas pada Selasa pagi menuju Israel.
Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari The Times of Israel, hari Rabu (25/2/26), kedatangan pesawat tempur yang mampu membawa banyak rudal ini, menimbulkan dugaan semakin dekat serangan militer AS ke Iran.
Jet tempur F-22 dioperasikan secara eksklusif Angkatan Udara AS, adalah pesawat tempur superioritas udara tercanggih di dunia.
Pesawat itu dibangun untuk kecepatan, multi manuver dan kemampuan siluman yang tak tertandingi dalam pertempuran udara ke udara.
Jet-jet tempur tersebut merupakan bagian dari pengerahan pasukan AS yang bersejarah, yang dilaporkan sebagai yang terbesar di kawasan itu sejak AS menginvasi Irak pada tahun 2003.
Tak dapat dihindari
Para pejabat Israel yakin serangan militer AS ke Iran tidak dapat dihindari, meski saat ini negosiasi antara AS dan Iran mengenai program nuklir Iran masih berlangsung.
AS dan Iran dijadwalkan bertemu lagi pada hari Kamis di Jenewa dan salah satu kebuntuan utama dalam perundingan tersebut menyangkut pengayaan nuklir Iran.
Trump menuntut agar Iran menghentikan semua pengayaan, sementara Iran bersikeras pada hak mereka untuk melanjutkannya.
AS dilaporkan memandang pembicaraan tersebut sebagai kesempatan terakhir memanfaatkan momentum diplomatik, daripada memilih untuk menghadapi Iran secara militer.
Para pejabat politik dan militer Israel tampaknya tidak terlalu mempercayai perundingan tersebut.
Laporan tersebut mengatakan pejabat Israel memperingatkan rekan-rekan di AS, agar tidak membiarkan perundingan dengan Iran berlarut-larut atau menghasilkan kesepakatan yang buruk.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan telah mendapat lampu hijau dari pemimpin rezim Ali Khamenei, untuk mengajukan usulan terbaru kepada tim negosiasi AS.
Namun Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan menyerang Iran, jika pembicaraan tersebut gagal.
Sebaliknya Iran telah bersumpah akan menyerang Israel dan target AS di kawasan itu sebagai balasan.(P-Jeffry W)