27.3 C
Jakarta
Friday, June 14, 2024

    Kecenderungan masyarakat kelas atas Indonesia, suka beli asuransi di luar negeri

    Terkait

    PRIORITAS, 25/4/24 (Jakarta): Dari pengamatan pelaku asuransi, terlihat masyarakat Indonesia pada segmen tertentu memiliki kecenderungan untuk membeli asuransi di luar negeri, dibandingkan di dalam negeri.

    Pihak AXA Financial Indonesia (AFI) mengakui, hal tersebut memang dimungkinkan dalam regulasi yang ada.

    Meskipun demikian, Chief Propostion and Alternate Distribution AXA Financial Indonesia, Yudhistira Dharmawata mengatakan, tidak semua segmen masyarakat di Indonesia dapat memiliki akses untuk membeli asuransi di luar negeri.

    Pada umumnya kelas menengah Indonesia akan menjangkau program kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) yang dikombinasikan dengan asuransi swasta.

    Sementara, akses untuk produk asuransi di luar negeri pada umumnya dimiliki segmen masyarakat kelas.

    “Yang punya akses (beli asuransi) ke luar negeri lebih kaya yang high net worth, dan beberapa mungkin half net worth. Segmen di luar negeri ini kalau dikatakan ada, memang ada, tetapi hanya untuk segmen yang cukup kecil,” kata dia dalam konferensi pers, Rabu (24/4/24).

    Belum menjadi isu besar

    Ia menambahkan, mengingat jumlahnya masih kecil, hal tersebut belum menjadi isu atau permasalahan pertama yang besar di industri asuransi.

    Di luar itu, Yudhis menyoroti tingkat inklusi asuransi yang masih rendah di Indonesia.

    Oleh karena itu, pihaknya lebih berharap adanya kolaborasi antara perusahaan asuransi untuk meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia.

    “Mungkin kompetisi akan meningkat kalau penetrasi itu sudah meningkat juga,” tambah dia, seperti dikutip Kompas.com.

    Dikutip dari laporan keuangan, AXA Financial Indonesia mengumpulkan premi senilai Rp372,27 miliar per kuartal I-2024, angka tersebut tumbuh 11,8 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Pada periode yang sama, perusahaan membayar klaim dan manfaat senilai Rp210,46 miliar, atau tumbuh 27,52 persen secara tahunan dibandingkan periode sama tahun lalu.

    Sementara itu, perusahaan mencatat rugi setelah pajak senilai Rp23,06 miliar pada kuartal I-2024. Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan mencetak laba setelah pajak senilai Rp20,91 miliar.

    Sedangkan, rasio solvabilitas yang tercermin dari risk based capital (RBC) AXA Financial Indonesia mencapai 579 persen pada kuartal I-2024, atau berada di atas ambang batas regulator senilai 120 persen. (P-KC/jr) — foto ilustrasi istimewa

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini