Daftar daerah yang sudah kebagian internet rakyat. (Instagram/@Internetrakyat.id)PRIORITAS, 25/11/25 (Jakarta): Internet Rakyat adalah layanan broadband rumahan berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) yang dikembangkan oleh PT Solusi Sinergi Digital (Surge) melalui teknologi Open RAN.
Layanan ini menggunakan pita frekuensi 1,4 GHz, yang memungkinkan jangkauan lebih luas dan biaya pembangunan menara lebih efisien dibandingkan serat optik tradisional.
Internet Rakyat menawarkan paket tunggal seharga Rp100.000 per bulan dengan kecepatan hingga 100 Mbps, data unlimited, dan tanpa kuota. Gratis sewa modem juga diberikan, dan pelanggan baru bisa mendapatkan gratis langganan untuk bulan pertama.
Beberapa laporan menyebutkan ada promo awal hingga Rp29.000 per bulan untuk paket dengan kecepatan sama. Pada tahap awal, layanan Internet Rakyat tersedia di Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. SURGE menargetkan pembangunan 4.800 stasiun basis (base station) untuk mendukung layanan ini.
Dengan arsitektur Open RAN, Internet Rakyat bisa membangun jaringan lebih cepat dan hemat biaya. Teknologi ini juga memungkinkan fleksibilitas integrasi peralatan dari berbagai vendor, mempercepat ekspansi jangkauan ke daerah terpencil.Tidak perlu kabel fiber optik langsung ke rumah, karena FWA hanya butuh modem yang terhubung ke pemancar sinyal.
Layanan diklaim mampu mencapai 100 Mbps, dengan pengalaman internet stabil berkat koneksi FWA 5G. Karena data unlimited, pengguna bisa menggunakan internet untuk streaming, kerja dari rumah, hingga edukasi tanpa khawatir kuota cepat habis.
Mendapat dukungan penuh dari Komdigi
Program Internet Rakyat mendapat dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Digital.
Pemerintah melihat ini sebagai langkah cepat menutup kesenjangan digital, terutama di wilayah pinggiran.
Kolaborasi dengan OREX SAI (perusahaan patungan Jepang NTT Docomo dan NEC) juga meningkatkan kualitas sekaligus efisiensi biaya penyediaan jaringan.
Walau harga sangat kompetitif, jaringan baru membangun jutaan porsi BTS (base station) agar jangkauan merata — progresnya bisa lambat di daerah terpencil. Ada juga risiko interferensi atau gangguan sinyal, terutama di wilayah padat bangunan karena FWA bergantung pada line-of-sight relatif.
Permintaan pengguna juga bisa sangat tinggi, terutama untuk paket unlimited, sehingga manajemen kapasitas jaringan perlu sangat baik agar performa tetap stabil.
Prediksi ke depan
Jika pembangunan base station sesuai target, Internet Rakyat bisa menjadi game-changer dalam pemerataan konektivitas digital, terutama di area yang selama ini sulit dijangkau kabel fiber optic.
Dengan harga rendah dan teknologi canggih, layanan ini bisa mendorong peningkatan literasi digital, pertumbuhan UMKM digital, dan pendidikan online di daerah pinggir. Jika model ini berhasil, bisa diikuti operator lain dan mempercepat penetrasi internet cepat nasional.
Namun, keberlanjutan jangka panjang akan sangat bergantung pada kepadatan pelanggan, efisiensi operasional, serta dukungan regulasi agar biaya tetap rendah tapi kualitas tetap tinggi.
Kesimpulan
Internet Rakyat menawarkan kombinasi menarik: internet cepat (100 Mbps), data tanpa batas, dan biaya langganan sangat terjangkau.
Dengan dukungan teknologi Open RAN dan frekuensi 1,4 GHz, layanan ini punya potensi besar untuk jadi infrastruktur digital massal di Indonesia.
Tantangan utama adalah eksekusi pembangunan infrastruktur dan menjaga kualitas saat skala layanan melebar.
Tapi jika berhasil, Internet Rakyat bisa menjadi pilar baru pemerataan akses digital di era ekonomi digital nasional. (P-*r/Zamir Ambia)
No Comments