Angkutan laut lebaran 2026, Kemenhub pastikan 841 kapal sudah disiapkan

Johanes Christiaan
Sabtu, 7 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 7/3/2026 (Jakarta): Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyiapkan sebanyak 841 kapal dengan total kapasitas angkut sekitar 3,2 juta penumpang selama masa Angkutan Laut Lebaran 2026.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangannya yang dikutip dari laman Sekretariat Negara, Sabtu (7/3/2026) mengatakan, kesiapan armada dan layanan pelabuhan menjadi prioritas untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

“Khusus untuk operasional angkutan laut Lebaran, pemerintah telah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut mencapai sekitar 3,2 juta penumpang. Pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat,” ujar Menhub.

Menurutnya, moda angkutan laut memiliki peran strategis, terutama untuk melayani wilayah kepulauan, daerah terpencil, terluar, serta kawasan perbatasan. Karena itu, Kemenhub telah menyiapkan sejumlah langkah guna menjamin kecukupan layanan transportasi laut.

Pemeriksaan kelaiklautan kapal juga telah dilakukan terhadap berbagai jenis armada, mulai dari kapal penumpang, kapal penyeberangan, kapal cepat, kapal tradisional, hingga kapal wisata. Pemeriksaan mencakup kelengkapan alat keselamatan serta kompetensi awak kapal.

Menhub menegaskan bahwa aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026. “Kita harus memastikan layanan angkutan laut selama Lebaran berlangsung aman, selamat, nyaman, tertib, dan lancar. Tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan,” tegasnya.

Selain armada kapal, kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan juga terus ditingkatkan, termasuk terminal penumpang, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, serta sistem informasi yang mudah diakses masyarakat.

Kelancaran operasional kapal juga akan dijaga melalui pengaturan jadwal yang disiplin, penambahan kapasitas jika diperlukan, serta optimalisasi manajemen trafik kapal. Koordinasi antara pemerintah, operator pelayaran, dan para pemangku kepentingan juga terus diperkuat.

Menhub juga menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dan inklusif, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak.

Tiket gratis untuk 66 ribu penumpang

Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, pemerintah juga menyediakan program tiket gratis dengan kuota lebih dari 66 ribu penumpang. Pendaftaran program mudik gratis ini dibuka mulai 6 Maret 2026 dengan periode keberangkatan 11 Maret hingga 6 April 2026.

Selain itu, pemerintah memberikan diskon tarif sebesar 30 persen untuk seluruh trayek kapal public service obligation (PSO) milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kelas ekonomi yang mencakup lebih dari 445 ribu tiket.

“Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata,” kata Menhub. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025