Alcaraz juara Australian Open 2026, taklukkan Djokovic pada pertarungan sengit beda generasi

Wolter Rumapar
Minggu, 1 Februari 2026
OLAHRAGA Tenis 0 547
3 menit membaca

PRIORITAS, 1/2/26 (Melbourne):  Bermain di Rod Laver Arena, Melbourne, duel Carlos Alcaraz vs Novak Djokovic benar-benar menampilkan permainan kelas atas dua petenis beda generasi.


Namun, akhirnya yang muda  Alcaraz yang berusia 22 tahun  tampik sebagai juara usai bertarung sengit melawan petenis gaek usia 38 tahun,  Djokovic di final Australian Open 2026.

Petenis tunggal  asal Spanyol otu menumbangkan Djokovic dengan skor 2-6, 6-2, 6-3, 7-5 di Melbourne, Minggu (1/2/26).

Dikutip dari ATP, keberhasilan Alcaraz menumbangkan Djokovic sang peraih 24 gelar mayor, membuatnya meraih gelar pertama di turnamen Grand Slam lapangan keras Melbourne.


Termuda era tenis modern

Kemenangan tersebut juga membuat Alcaraz menjadi petenis putra termuda yang menyelesaikan Career Grand Slam atau mengangkat trofi di keempat turnamen mayor pada era tenis modern atau open.

Di set pertama atau  pembuka didominasi Djokovic dengan penampilan agresif.  Alcaraz mencoba menguasai permainan dari baseline untuk mengendalikan pertandingan final Australian Open pertamanya.

Dia mematahkan servis lawannya dua kali dalam perjalanan menuju set kedua dan tampak kembali ke performa terbaiknya di set ketiga.

Djokovic berjuang keras di set keempat, menangkis enam break point untuk mempertahankan servisnya di gim kedua.

Namun, petenis berusia 38 tahun yang tak terkalahkan dalam 10 final Australian Open sebelumnya itu tidak mampu membalas dan mempertahankan catatan sempurnanya.

Patahkan servis Djokovic

Alcaraz mematahkan servis Djokovic secara telak di gim ke-12 set keempat untuk memastikan kemenangan dalam waktu tiga jam dua menit.

Alcaraz kini menjadi juara tunggal Grand Slam tujuh kali, menyamai catatan sesama mantan petenis nomor satu dunia John McEnroe dan Mats Wilander dalam daftar sepanjang masa.

Kemenangan petenis Spanyol itu di Melbourne melanjutkan dominasi yang telah ia dan rival beratnya, Jannik Sinner, miliki di turnamen major dalam beberapa tahun terakhir.

Djokovic memukul bola dengan agresif sejak gim pertama di Rod Laver Arena.

Djokovic, yang berupaya mengangkat trofi Grand Slam ke-25 untuk memecahkan rekor sepanjang masa yang dipegangnya sekaligus menjadi juara tunggal putra tertua di turnamen mayor di era tenis modern atau Open, hampir tidak melakukan kesalahan dalam penampilan set pembuka yang mengesankan.
Djokovic tampil dengan tekad untuk mendikte permainan dengan pukulan forehand-nya, dan petenis Serbia itu menciptakan tiga break point pertama di set tersebut pada gim keempat.

Meskipun Alcaraz tetap tenang untuk menangkis dua break point pertama, Djokovic menang dalam reli panjang di baseline pada break point ketiga untuk mendapatkan keunggulan awal.

Alcaraz sendiri menampilkan set pembuka yang datar. Djokovic dengan piawai memanfaatkan momentumnya dengan mematahkan servis lawannya lagi di gim kedelapan untuk memenangi set di mana ia hanya kehilangan dua poin saat servis, menurut statistik ATP.

Pada set kedua, Alcaraz bangkit mematahkan servis lawannya untuk kedua kalinya di gim ketujuh dan segera menyelesaikan servisnya untuk menyamakan kedudukan.

Dominasi unggulan teratas itu berlanjut ke set ketiga, petenis Spanyol itu tanpa henti berlari menangkis serangan Djokovic.

Dikutip Antara, Djokovic tidak meninggalkan Rod Laver Arena tanpa perlawanan. Ia menangkis enam break point untuk mempertahankan servisnya di gim kedua yang panjang. Namun, ia tidak mampu mengalahkan Alcaraz pada kedudukan 5-6.

Djokovic melepaskan pukulan forehand yang terlampau panjang pada match point pertama Alcaraz, yang membuat petenis Spanyol itu meraih gelar. (P-wr).

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan