
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira. (ANTARA/HO-Ditjenpas NTB/aa).PRIORITAS, 10/8/26 (Jakarta): Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira menuding pihak tertentu sengaja menyebarkan video hoaks demonstrasi di media sosial. Pelaku mengunggah kembali video peristiwa lama. Padahal, rekaman tersebut merupakan kejadian masa lalu yang disajikan seolah-olah sebagai peristiwa terkini. Menurut Andreas, tindakan terencana ini bertujuan untuk menggiring opini publik menjelang Hari Kemerdekaan.

Sebab, ia melihat pola ini sangat mirip dengan kejadian pada Agustus tahun lalu. Kala itu, isu bentukan berhasil memicu aksi demonstrasi berskala besar.
“Ini persis seperti kejadian pada Agustus tahun lalu. Isu yang muncul saat itu patut diduga ada yang menggerakkan. Bahkan, sekarang pola serupa keluar lagi menjelang Hari Kemerdekaan,” kata Andreas di Jakarta, Senin.
Namun, Andreas menyayangkan lambatnya penanganan kasus disinformasi masa lalu. Ketidakjelasan hukum justru menciptakan kambing hitam di tengah masyarakat. Akibatnya, publik gagal mengetahui aktor intelektual yang sebenarnya.

Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah untuk bertindak tegas. Aparat harus segera mengusut tuntas para penyebar maupun dalang di balik video hoaks tersebut. Sebab, masyarakat berhak menerima informasi yang akurat dan kredibel.
Selain itu, politisi PDI Perjuangan ini meminta masyarakat belajar dari kerusuhan Agustus 2025. Dengan demikian, warga bisa menjaga iklim demokrasi dan menghindari keresahan.
“Warga negara memang bebas menyampaikan aspirasi di media sosial. Akan tetapi, situasi menjadi bahaya jika pihak tertentu memanfaatkan aspirasi tersebut untuk tujuan lain,” tegasnya.
Selanjutnya, Andreas khawatir fenomena ini sengaja mengalihkan perhatian publik. Video viral tersebut bisa menutupi isu penting lain, seperti pengawasan program pemerintah. Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi ulang setiap informasi di media sosial. (P/Gio R)

