
Musrenbang, Amsakar tekankan pembangunan yang langsung dirasakan warga. (Pemko Batam)PRIORITAS, 13/1/2026 (Batam): Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pembangunan daerah harus diawali dari perencanaan yang kuat dan terarah di tingkat kelurahan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sadai dan Sungai Pelunggut Tahun 2026, Senin (12/1/2026).

Amsakar menekankan bahwa Musrenbang bukan sekadar forum penyampaian aspirasi, melainkan bagian dari mekanisme perencanaan pembangunan yang resmi, sistematis, dan berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota.
“Seluruh tahapan ini bertujuan menyaring dan menetapkan prioritas pembangunan yang paling dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan fiskal menuntut pemerintah daerah bersikap selektif. Dari total kebutuhan usulan yang diperkirakan mencapai Rp9 triliun, kemampuan APBD Kota Batam saat ini berada di kisaran Rp4,27 triliun.

“Tidak semua usulan dapat diakomodasi. Program yang didahulukan adalah yang memberi manfaat paling besar dan langsung dirasakan masyarakat,” tegas Amsakar.
Meski demikian, ia menyampaikan optimisme dengan memaparkan capaian pembangunan Batam yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat 6,89 persen, realisasi investasi hingga triwulan III 2025 mencapai Rp54,74 triliun, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 83,8.
Amsakar juga mengungkapkan penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, dengan persentase penduduk miskin turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, yang mengantarkan Batam meraih penghargaan nasional.
Menutup arahannya, Amsakar mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam Musrenbang dan menegaskan bahwa keterlibatan warga menjadi kunci agar pembangunan Batam benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. (P-Jeff K)

