Selandia Baru–Sulawesi Utara perkuat kemitraan: PLTP Lahendong jadi industri jangkar

Johanes Christiaan
Minggu, 15 Februari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 15/2/2026 (Jakarta): Di tengah perlombaan global menuju energi bersih, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menegaskan posisinya sebagai motor penggerak panas bumi nasional sekaligus Geothermal Centre of Excellence melalui partisipasi aktif dalam seminar dan penjajakan kemitraan sister city antara Sulawesi Utara dan Selandia Baru. PGE memperkuat dukungan terhadap pemanfaatan energi panas bumi berkelanjutan di Sulawesi Utara.

PGE tidak hanya memperkuat komitmen pada pengembangan energi panas bumi, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi strategis lintas negara yang berpotensi mempercepat transisi energi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi kedua wilayah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran aktif perusahaan dalam penjajakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Selandia Baru, yang digelar di Manado pada Kamis.

Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula, menyebut kedua wilayah memiliki banyak kesamaan karakter, antara lain potensi panas bumi, kekuatan sektor wisata dan agrikultur, serta budaya yang kuat. Ia menilai pemanfaatan panas bumi di PLTP Lahendong merupakan salah satu contoh keberhasilan di Sulawesi Utara.

“Kami mendukung pengembangan panas bumi di Lahendong melalui kerja sama teknis, peningkatan kapasitas, serta pertukaran pengetahuan antara institusi riset, universitas, dan sektor industri,” ujar Phillip dalam keterangan tertulis diterima Sabtu, (14/2/2026).

Penjajakan kerja sama ini membuka peluang kolaborasi lintas sektor meliputi energi bersih, pariwisata berkelanjutan, pertanian, perdagangan, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Menurut Phillip, dengan kepemimpinan daerah yang kuat, panas bumi dapat menjadi industri jangkar yang menarik investasi serta membentuk klaster industri hijau yang mampu meningkatkan daya saing regional di tingkat nasional maupun kawasan Asia Pasifik.

Komitmen terhadap kemitraan ini juga ditegaskan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Gubernur Sulawesi Utara melalui Plh Sekretaris Daerah Dr. Denny Mangala menyampaikan harapannya agar kerja sama sister city ini dapat menghadirkan manfaat konkret.

“Melalui program ini, kami berharap terjadi transfer pengetahuan dan teknologi yang konkret, peningkatan kapasitas SDM, serta terbukanya peluang investasi baru yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” katanya.

Sementara Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mendorong Sulawesi Utara menjadi pelopor energi hijau nasional. Ia menegaskan bahwa panas bumi tidak hanya berperan dalam penyediaan listrik, tetapi juga berpotensi langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemitraan dengan Selandia Baru ini diharapkan menghasilkan rencana aksi konkret menuju terciptanya “the greenest electricity” di Indonesia.

Saat ini, PGE Area Lahendong mengoperasikan enam unit PLTP dengan kapasitas terpasang 120 megawatt (MW), atau sekitar 24 persen kebutuhan listrik Sulawesi Utara. Operasi tersebut berpotensi menekan emisi hingga 624.000 ton CO₂ per tahun. PGE juga mempercepat pengembangan Lahendong Unit 7 dan 8, masing-masing berkapasitas 20 MW, serta satu unit binary berkapasitas 15 MW.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menyebut Lahendong sebagai wilayah kerja strategis yang menunjukkan kontribusi nyata panas bumi terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, manfaat ekonomi langsung dirasakan melalui PNBP panas bumi, bonus produksi, serta alokasi 1 persen pendapatan yang masuk ke kas daerah.

Ia menambahkan bahwa pengembangan panas bumi tidak hanya berhenti pada sektor pembangkitan listrik. Potensi pemanfaatan langsung (direct use) dan penciptaan rantai nilai turunan juga sangat besar. Contohnya adalah operasional pabrik gula Masarang di Tomohon dan Lao-Lao Geopark, yang memanfaatkan energi panas bumi sebagai sumber listriknya.

“Ini menjadi modal penting bagi daerah untuk mengembangkan program pembangunan berkelanjutan,” ujar Ahmad Yani. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025