
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono. (Bank Indonesia)PRIORITAS, 10/2/2026 (Jakarta): Di tengah sorotan publik terhadap arah baru kebijakan moneter nasional, satu nama mencuat sebagai simbol kesinambungan dan pengalaman, Thomas A.M. Djiwandono. Pelantikannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada Senin, bukan sekadar seremoni kenegaraan, melainkan penegasan bahwa kendali stabilitas ekonomi Indonesia kini berada di tangan figur yang telah matang oleh jam terbang dan rekam jejak panjang di dunia keuangan. Bahkan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, Thomas tak lagi memerlukan wejangan khusus—karena pengalamanlah yang kini menjadi kompas utamanya dalam mengemban amanah strategis tersebut.

Sebagaiman diketahui, Thomas A.M. Djiwandono resmi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada Senin (9/2), di hadapan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H.
Sebelum ditetapkan dalam jabatan barunya, Thomas menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ex-officio dari Kementerian Keuangan.
Penetapan Thomas sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026 tanggal 3 Februari 2026.

Dengan pelantikan ini, susunan Dewan Gubernur Bank Indonesia adalah sebagai berikut:
Gubernur:
– Perry Warjiyo
Deputi Gubernur Senior:
– Destry Damayanti
Deputi Gubernur:
– Aida S. Budiman
– Filianingsih Hendarta
– Ricky Perdana Gozali
– Thomas A.M. Djiwandono
Pelantikan ini sekaligus menandai penguatan struktur kepemimpinan Bank Indonesia dalam menjalankan mandat menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kelancaran sistem pembayaran di Indonesia.
Profil Singkat
Dikutip dari laman Bank Indonesia disebutkan, Thomas A.M. Djiwandono lahir di Jakarta pada Mei 1972. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Studi Sejarah di Haverford College, Amerika Serikat, pada tahun 1994, serta meraih gelar Master di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, pada tahun 2003.
Thomas memulai karier sebagai jurnalis sebelum beralih ke sektor keuangan dan bisnis. Ia pernah berkarier sebagai analis keuangan, konsultan, serta menduduki berbagai posisi strategis di sektor swasta.
Pada Juli 2024, Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia dan kembali dipercaya menduduki jabatan tersebut pada Oktober 2024. Ia juga menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-officio dari Kementerian Keuangan pada periode 2025–2026.
Thomas A.M. Djiwandono resmi diangkat sebagai Dewan Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10/P Tahun 2026 tanggal 3 Februari 2026 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 9 Februari 2026.
Thomas merupakan putra Sudrajat Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo. Sudrajat Djiwandono adalah ekonom ternama dan mantan Gubernur Bank Indonesia. Soedradjad tercatat pernah memegang sejumlah jabatan di bidang ekonomi, baik di dalam maupun di luar pemerintahan, sebelum menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada tahun 1993.
Jabatan yang pernah dipegang Sudrajad antara lain, Profesor di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam, salah satu sekolah pascasarjana di Universitas Teknologi Nanyang, Singapura. Selain itu, Periset di Institut Riset Ekonomi dan Sosial, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dosen dan kemudian Profesor Emeritus di Departemen Ekonomi, Universitas Indonesia
Kepala Biro di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Sudrajat juga pernah tercatat sebagai Staf Khusus Menteri Perdagangan, Staf Menteri Koordinator Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, dan Menteri Muda Perdagangan. (P-*/bwl)

