Lagi, jenderal Rusia tewas ditembak di Moskow

Jeffry Wuisan
Jumat, 6 Februari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 6/2/26 (Moskow): Letnan Jenderal Vladimir Alekseev, salahsatu komandan berpengaruh di intelijen Rusia (GRU), tewas ditembak penyerang tak dikenal di Moskow.

Ia menjadi jenderal Rusia ke-20 yang tewas dalam masa perang Rusia dan Ukraina.

“Terjadi pembunuhan terhadap Letnan Jenderal Vladimir Alexeiev di Moskow . Ia dibawa ke rumah sakit, dan kasus pidana telah dibuka,” kata juru bicara Kremlin, Dmitri Peskov, kepada wartawan, seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Jumat (6/2/2026).

Menurut laporan, pelaku penembakan melarikan diri dari lokasi serangan dan identitasnya tidak diketahui.

Jubir Peskov mengatakan pihak keamanan Rusia sedang melakukan investigasi.

Pelaku pembunuhan menunggu jenderal di Kementerian Pertahanan Rusia itu, di dekat sebuah bangunan perumahan di Jalan Raya Volokolamskoye.

Ketika Jenderal Alekseev keluar, pelaku langsung memberondongnya dengan beberapa tembakan, lapor media Kyiv Independent.

 

Sudah 20 jenderal tewas

Sejak dimulainya invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, setidaknya sudah 20 jenderal Rusia telah tewas, menurut data sumber terbuka dan laporan dari media Rusia dan Ukraina, seperti yang dikumpulkan The Insider.

Beberapa jenderal tewas di medan perang, sementara yang lain tewas akibat serangan bom mobil dan ditembak saat mereka keluar rumah hendak bekerja.

Menanggapi penembakan tersebut, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyalahkan Ukraina atas upaya pembunuhan terhadap Alekseev.

Dia bahkan menuduh presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, melakukan provokasi yang bertujuan untuk menggoyahkan proses negosiasi (perdamaian).

Tuduhan Moskow muncul ketika pasukan Rusia terus melanjutkan operasi ofensif di sepanjang garis depan.

Rusia melakukan serangan jarak jauh terhadap infrastruktur energi di kota-kota Ukraina, meskipun presiden Rusia Vladimir Putin berjanji kepada Presiden AS, Donald Trump, akan menghentikan serangan tersebut.

Ukraina belum memberikan komentar terkait penembakan jenderal tersebut.

 

Dalang serangan racun

Jenderal Alekseev lahir pada tahun 1961 di Ukraina Soviet. Ia adalah wakil kepala pertama intelijen militer Rusia (GRU), menjabat dalam peran tersebut sejak tahun 2011.

Dia dikenai sanksi AS pada tahun 2016 karena mengorganisir “aktivitas siber jahat” selama pemilihan presiden AS tahun itu.

Kremlin dilaporkan menganugerahinya gelar Pahlawan Federasi Rusia pada tahun berikutnya.

Alekseev juga dituduh Inggris dan Uni Eropa sebagai dalang serangan racun di Salisbury pada tahun 2018 yang menargetkan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya.

Mereka selamat, tetapi seorang warga sipil Inggris yang menemukan racun itu, tewas.

Jenderal tersebut adalah anggota senior delegasi Rusia, yang menegosiasikan penyerahan akhir pada tahun 2022 dari para pembela pabrik baja Azovstal yang terkepung di Mariupol.

Meskipun Alekseev berjanji tentara Ukraina yang menyerah akan diperlakukan sesuai dengan Konvensi Jenewa, tetapi kenyataannya tawanan perang dari Azovstal justru mengalami penyiksaan dan pelecehan sistematis.

Hal itu diungkapkan pemimpin kontingen Ukraina pada saat itu, Denys Prokopenko,  dan sekarang komandan Korps Azov ke-1 Garda Nasional.

“Sekalipun Alekseev selamat kali ini, dia tidak akan bisa tidur nyenyak. Dan suatu hari nanti masalah ini akan berakhir,” tambah Prokopenko.

Alekseev juga berperan penting dalam meredam pemberontakan Wagner yang berumur pendek pada tahun 2023, sebagai salah satu orang yang dikirim untuk bernegosiasi dengan Kepala Wagner, Yevgeny Prigozhin.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025