
Sukanto Tanoto, Chairman Royal Golden Eagle (RGE) Group. (dok. sukantotanoto.com)PRIORITAS, 18/1/2026 (Jakarta): Putra sulung konglomerat papan atas Indonesia, Sukanto Tanoto, kembali menjadi sorotan. Andre Tanoto disebut-sebut memborong deretan aset properti bernilai ratusan juta dolar Singapura di Negeri Singa. Lewat kendaraan investasi yang dikaitkan dengannya, ekspansi agresif ini memicu spekulasi kuat tentang peta baru kekuatan modal Indonesia di sektor properti Singapura.

Laporan Business Times sebagaimana dilansir Kontan.co.id, Jumat (16/1/2026), menyebutkan, perluasan investasi itu dilakukan melalui kendaraan investasi pribadi yang dikaitkan dengan Altallo Asset Management.
Dalam beberapa bulan terakhir, entitas tersebut dikabarkan telah menyelesaikan pembelian empat unit ritel berukuran besar di kawasan HDB Bukit Merah serta area strategis dekat stasiun MRT Toa Payoh, Ang Mo Kio, dan Clementi.
Nilai transaksi keempat unit ritel tersebut diperkirakan melebihi S$160 juta. Aset-aset itu sebelumnya dimiliki Lian Beng Group, yang membelinya pada 2016 dengan nilai sekitar S$151 juta.

Selain itu, entitas yang terkait dengan Altallo juga dilaporkan telah mengakuisisi sembilan properti komersial/ritel dari unit Mercatus milik NTUC Enterprise pada 2024 dengan nilai transaksi sekitar S$90 juta. Properti-properti tersebut sebelumnya dimiliki oleh JBE.
Tak berhenti di situ, Altallo disebut tengah melakukan uji tuntas (due diligence) eksklusif terhadap portofolio terbaru berupa 11 aset ritel yang ditawarkan Mercatus pada kuartal IV 2025, dengan harga indikatif sekitar S$307 juta.
Kabar pasar juga menyebut Altallo sebagai calon pembeli potensial i12 Katong, sebuah pusat perbelanjaan enam lantai dengan dua lantai basement parkir yang berlokasi di persimpangan East Coast Road dan Joo Chiat Road.
Mal ini memiliki masa sewa 99 tahun sejak Agustus 1979. Harga yang dibicarakan mencapai sekitar S$370 juta, atau setara S$1.750 per kaki persegi untuk luas sewa bersih sekitar 212.000 kaki persegi. Beberapa penyewa utama i12 Katong antara lain Golden Village, CS Fresh, PS Cafe, dan Core Collective.
Meski demikian, Business Times menyebut belum ada konfirmasi resmi dari pihak keluarga Sukanto Tanoto terkait kebenaran dan detail perluasan portofolio investasi tersebut.
Altallo Asset Management, menurut Business Times, didirikan pada 2025 dengan fokus pada aktivitas manajemen dana dan dimiliki oleh Roger Tan serta Seah Jun Hao. Namun, kalangan pengamat industri meyakini sumber pendanaan utama Altallo berasal dari keluarga atau investor besar, yang mayoritasnya diduga terkait dengan Andre Tanoto.
Andre Tanoto diketahui berusia pertengahan 40-an, berstatus permanent resident Singapura sekaligus warga negara Indonesia. Ia juga menjadi satu-satunya dari empat anak Sukanto Tanoto yang tidak menjabat posisi eksekutif di Royal Golden Eagle (RGE), grup usaha global yang bergerak di sektor pulp dan kertas, kelapa sawit, serta energi terintegrasi. (P-*/bwl)

