Atasi kekurangan dokter, Presiden Prabowo minta tambah Fakultas Kedokteran

Armin Mandika
Minggu, 18 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 18/1/26 (Jakarta): Jumlah fakultas kedokteran (FK) diminta oleh Presiden RI Prabowo Subianto diperbanyak untuk mengatasi kekurangan 100.000 dokter. Demikian informasiyang diterima Beritaprioritas.com, Minggu (18/1/26).

Demikian disampaikan Prabowo saat bertemu dengan 1.200 rektor dan guru besar di Istana, Jakarta, Kamis (15/1/26).

“Mau tidak mau nampaknya kita harus memberanikan diri untuk kita membuat fakultas baru untuk kedokteran umum. Kemudian kita juga kekurangan dokter gigi, kita juga harus kuat dalam hal farmasi, kita juga harus kuat dalam teknologi kesehatan untuk mengoperasionalkan alat-alat kesehatan yang sekarang semua berbasis teknologi,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana, Jakarta sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Tak hanya itu kata Prasetyo, Prabowo juga meminta agar fakultas kedokteran yang sudah ada memperbanyak penerimaan mahasiswa, maupun yang ingin pendidikan menjadi dokter spesialis.

“Jadi dua hal itu untuk khusus untuk yang diskusi mengenai kekurangan kita dalam hal dokter dan kesehatan,” jelasnya.

Masih menurut Prasetyo, Prabowo juga memberi opsi agar universitas yang sudah memiliki FK-nya sendiri agar diperbesar. Namun, Prasetyo tidak menampik bahwa bisa saja negara membuat fakultas kedokteran baru di universitas yang belum menyediakan. “Ya, dengan beberapa fakultas yang tadi sudah saya sebutkan,” kata Prasetyo.

Selanjutnya Prasetyo membuka peluang bagi mahasiswa yang belajar di fakultas kedokteran akan mendapatkan beasiswa penuh. “Ya itu tadi yang saya sampaikan itu. Jadi dalam program itu akan direncanakan full scholarship, artinya berbeasiswa penuh gitu,” ungkapnya. (P-*r/am)

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025