
Rancangan pembangunan Kedutaan Besar China di London, Inggris, yang mengundang kekhawatiran bahaya spionase.(@hklabourrights)PRIORITAS, 14/1/26 (London): Masyarakat Inggris menyuarakan kekhawatiran ancaman bahaya atas ijin pembangunan Kedutaan besar China (Tiongkok) di London.

China kabarnya akan membangun ruang rahasia di kedutaan besarnya, yang sangat berdekatan dengan jalur kabel-kabel sensitif milik instansi vital Inggris, sehingga memicu kekhawatiran spionase (mata-mata) Tiongkok.
Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Fox News, hari Rabu (14/1/2026), rencana pembangunan kedutaan besar super China di London tersebut, telah memicu badai kekhawatiran keamanan nasional di seluruh Inggris Raya.
Cetak biru Kedubes tersebut mengungkapkan adanya ruangan bawah tanah tersembunyi, yang terletak hanya sekitar satu meter dengan jaringan kabel komunikasi paling sensitif di Inggris.

Para kritikus menyebut lokasi yang diusulkan, berada sangat dekat dengan infrastruktur internet Inggris, dan memperingatkan ruangan rahasia di Kedubes China tersebut dapat berfungsi sebagai pusat spionase Tiongkok.
Meskipun pemerintah Inggris meyakinkan sekutunya, jalur tersebut tidak membawa data pemerintah yang sensitif, namun kabel tersebut mentransmisikan transaksi keuangan serta lalu lintas komunikasi untuk jutaan pengguna internet di negara kerajaan itu.
Media The Telegraph mempublikasikan rancangan pembangunan Kedubes China tersebut, hanya satu minggu sebelum Perdana Menteri Keir Starmer diperkirakan akan menyetujui rencana tersebut, sebelum kunjungannya untuk menemui Presiden China, Xi Jinping.

Denah bangunan Kedubes China di London dengan ruang rahasia yang sangat berdekatan dengan jaringan kabel vital pemerintah Inggris.(@scarybiscuit)
Terbesar di Eropa
Menurut rancangan tersebut, fasilitas itu akan berlokasi di bekas Percetakan Uang Kerajaan dan akan menjadi kedutaan besar China terbesar di Eropa.
Rencana pembangunan itu menunjukkan China bermaksud untuk merobohkan dan membangun kembali dinding ruang bawah tanah.
Mereka akan menempatkan para pejabat dan peralatan, hanya sekitar satu meter dari jaringan kabel serat optik Inggris yang sangat penting.
Para ahli keamanan telah memperingatkan jarak sedekat itu, dapat menciptakan peluang untuk “penyadapan kabel,” dengan melibatkan pemasangan alat penyadap atau membaca sinyal cahaya yang bocor dari saluran tersebut.
Seorang pakar keamanan di Universitas Surrey, Profesor Alan Woodward, menyoroti kemungkinan teknis kegiatan spionase mengingat tata letak fisik bangunan tersebut.
Ia menggambarkan pembongkaran itu sebagai “tanda bahaya”. “Jika saya berada di posisi mereka, memiliki kabel-kabel itu di depan pintu rumah saya akan menjadi godaan yang sangat besar”, jelasnya.

Rancangan dinding Kedubes China di London (merah) hanya berjarak 1 meter dengan jaringan kabel internet vital (kuning) pemerintah Inggris.(@hklabourrights)
Komputer mutakhir
Dari rancangan Kedubes China itu terungkap, mereka akan membangun ruangan tersembunyi tersebut dilengkapi dengan setidaknya dua sistem ekstraksi udara panas, untuk ventilasi peralatan penghasil panas.
Para ahli menyimpulkan infrastruktur itu menunjukkan ruangan tersebut dirancang untuk menampung teknologi canggih seperti komputer mutakhir, yang biasanya digunakan untuk kegiatan spionase dan pengolahan data besar.
Selain ruangan tunggal di dekat kabel, juga mengungkapkan jaringan 208 ruangan rahasia di bawah lokasi diplomatik tersebut.
Ruang bawah tanah tampaknya menyediakan generator cadangan darurat, sistem penyiram air, kabel komunikasi, dan kamar mandi.
Ini menunjukkan para pejabat dapat tetap berada di bawah tanah untuk jangka waktu yang lama, berpotensi untuk mengoperasikan atau memantau peralatan.
Pusat intelijen
Rencana pembangunan tersebut secara umum menimbulkan kekhawatiran kompleks Kedubes China di London itu, dapat berfungsi sebagai pusat intelijen Beijing.
Menurut media The Times, Inggris telah ditekan untuk meyakinkan Amerika Serikat dan mitra intelijen lainnya, agar menyebut kabel-kabel tersebut tidak mengirimkan data pemerintah yang sensitif.
Menteri keamanan nasional bayangan dan kritikus terkemuka proyek tersebut, Alicia Kearns, menggambarkan persetujuan kedutaan itu sebagai pemberian keuntungan strategis kepada China terhadap kepentingan Inggris.
“Memberikan lampu hijau kepada China untuk lokasi kedutaannya, sama saja dengan memberi mereka landasan untuk perang ekonomi di jantung sistem saraf pusat infrastruktur keuangan nasional kita yang sangat penting,” katanya dalam sebuah unggahan di X.(P-Jeffry W)

