Aparat keamanan Iran tembak mati 648 pendemo anti pemerintah

Jeffry Wuisan
Senin, 12 Januari 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 12/1/26 (Teheran): Aparat keamanan Iran telah sengaja menembak mati 648 orang pendemo yang menentang pemerintah selama aksi unjukrasa yang sudah memasuki hari kelima belas.

Laporan yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Senin (12/1/2026) menyebutkan angka kematian massa pendemo di Iran setiap hari terus bertambah.

Tidak hanya 648 orang yang tewas seperti dirilis kelompok Hak Asasi Manusia Iran, laporan lain malah mengungkapkan sekitar 2000 orang pengunjuk rasa telah dibunuh aparat keamanan Iran.

Sebuah rekaman mengejutkan dari Iran menunjukkan kantong-kantong berisi para korban tewas hanya diletakkan di tanah di halaman tempat pemeriksaan mayat di Iran.

Iran Human Right,  sebuah organisasi terpisah yang berbasis di Norwegia mengatakan pada hari Senin waktu setempat, setidaknya 648 demonstran tewas ditembak pasukan keamanan Iran.

Jumlah korban tewas kemungkinan jauh lebih tinggi, karena aparat keamanan Iran sengaja menggunakan senjata api berpeluru tajam untuk membubarkan aksi unjukrasa.

Dari berbagai rekaman video, terlihat aparat keamanan sengaja mengarahkan senjata langsung ke kerumunan massa yang berunjukrasa.

Di sejumlah tempat aparat keamanan Iran malah lebih brutal. Mereka bahkan menggunakan senjata mesin sehingga banyak pendemo tewas terbunuh.

Menurut organisasi hak asasi manusia Iran yang berbasis di AS, HRANA, yang mengandalkan jaringan sumber di dalam Iran, lapor media Ynetnews,  lebih dari 10.600 orang juga telah ditangkap dan mengalami penganiayaan aparat.

Beberapa anggota keluarga coba mengenal mayat dalam kantong korban kebrutalan aparat keamanan Iran. (france24)

 

Mengerikan dan memilukan

Video-video yang sangat mengerikan yang diterbitkan BBC Persia dan media oposisi Iran International, menunjukkan gambar-gambar orang tewas dan keluarga yang berduka di samping deretan kantong jenazah,  di halaman dekat institut forensik Kahrizak di Teheran.

Mayat-mayat diangkut dengan truk pikap dan anggota keluarga disuruh mencari di antara tumpukan mayat untuk menemukan kerabat mereka.

Rekaman itu sangat memilukan terlebih banyak kerabat yang berduka menangis di samping puluhan jenazah demonstran yang tewas dalam aksi protes di Iran tersebut.

Sebanyak 12 video berisi rekaman ratusan mayat yang beredar daring, diberikan seseorang yang baru saja meninggalkan Iran.

Deretan panjang kantong mayat juga terlihat, tergeletak di halaman institut forensik. Satu video menunjukkan gambar-gambar korban tewas yang ditampilkan di layar untuk identifikasi keluarga, dengan angka 250 tertulis di bawah salah satu gambar, menunjukkan mungkin ada lebih dari 250 mayat di lokasi itu saja.

Meskipun pemadaman internet terus berlanjut. Media Iran International melaporkan protes massal masih berlangsung di Teheran sampai hari Senin.

Menurut situs oposisi tersebut, pasukan keamanan Iran menembakkan gas air mata kepada keluarga yang tiba di pemakaman Teheran, untuk pemakaman para demonstran yang tewas dalam beberapa hari terakhir.

Para keluarga sangat bersedih di sekitar mayat-mayat para pendemo yang menjadi korban pembantaian aparat keamanan Iran. (ynetnews)

 

Opsi serangan AS

Media Wall Street Journal mengutip pejabat AS, melaporkan Presiden Donald Trump akan kembali menerima pengarahan pada hari Selasa mengenai opsi serangan ke rezim Iran, atas penindasan dan pembunuhan terhadap para pengunjukrasa.

Pertemuan yang direncanakan dengan pejabat senior pertahanan tersebut diperkirakan akan fokus pada langkah-langkah terhadap Republik Islam,  mencakup operasi siber rahasia terhadap target militer dan sipil di Iran, sanksi tambahan, dan kemungkinan serangan militer.

Dalam pembicaraan awal di antara para pejabat senior pemerintahan pekan lalu, muncul kekhawatiran tindakan AS atau Israel atas nama para demonstran,  dapat mendukung narasi rezim Iran yang menuduh kekuatan asing berada di balik kerusuhan di Iran tersebut.

Pentagon belum memindahkan pasukan sebagai persiapan untuk kemungkinan serangan. Amerika Serikat perlu mengerahkan aset militer tidak hanya untuk melakukan serangan,  tetapi juga untuk mempertahankan keamanan pasukannya.

“Pihak militer sedang mempertimbangkannya, dan kami sedang melihat beberapa opsi yang sangat kuat,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada Minggu malam, waktu setempat.

Ketika ditanya tentang ancaman pembalasan dari Iran, dia berkata: “Jika mereka melakukan itu, kami akan menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah mereka alami sebelumnya.”

Presiden AS juga mengungkapkan Iran sudah mengatakan ingin bernegosiasi dengan AS.

Tetapi Trump memperingatkan mungkin harus bertindak (menyerang) Iran terlebih dahulu, karena laporan tentang jumlah korban tewas di Iran makin meningkat dan pemerintah terus menangkap para demonstran.(P-Jeffry W)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025