Usia harapan hidup global naik secara signifikan

Armin Mandika
Minggu, 11 Januari 2026
HUMANIORA 0 628
2 menit membaca

PRIORITAS, 11/1/26 (Jakarta): Enam dekade terakhir, usia harapan hidup global naik signifikan dari Tahun 1965, rata-rata dunia berada di kisaran 54 tahun.


Sementara pada 2025, angka ini bertambah sekitar 20 tahun. Sayangnya, agregat global menyamarkan kenyataan penting, sebagian kecil negara mencatat lompatan jauh lebih besar dibanding rata-rata dunia, sementara negara maju hanya mencatat kenaikan terbatas.

Sebagaimana data Our World in Data dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia, menunjukkan adanya ketimpangan kecepatan peningkatan usia harapan hidup antarnegara sejak 1965. Beberapa negara menambah lebih dari tiga dekade usia hidup rata-rata penduduknya, sebuah perubahan struktural dalam profil kesehatan dan pembangunan manusia.

Adapun Maladewa menjadi kasus paling ekstrem. Usia harapan hidup di negara kepulauan ini naik 41 tahun dalam periode 1965-2025, mencapai 82 tahun pada 2025.


Kemudian Oman menyusul dengan kenaikan 40 tahun menjadi 81 tahun. Bhutan, Aljazair, Yaman, dan Timor-Leste mencatat kenaikan di atas 30 tahun.

Selanjutnya Afghanistan, meski menghadapi konflik berkepanjangan, tetap mencatat tambahan 32 tahun usia harapan hidup sejak 1965.

Untuk pembanding, Amerika Serikat hanya menambah sekitar sembilan tahun usia harapan hidup dalam periode yang sama. Artinya, percepatan terbesar justru terjadi di negara-negara yang pada 1960-an berada pada titik awal sangat rendah.

Tidak secara acak

Adapun lonjakan besar ini tidak terjadi secara acak. Negara-negara dengan kenaikan tertinggi memiliki titik awal yang sangat rendah pada 1965, umumnya di bawah 45 tahun.

Hal utama yang tercermin dalam data adalah penurunan tajam angka kematian bayi dan anak, ekspansi layanan kesehatan dasar, serta peningkatan sanitasi dan akses air bersih. Di Asia, termasuk Maladewa, Afghanistan, dan India, transformasi ekonomi dan sistem kesehatan menghasilkan perpanjangan usia hidup yang konsisten dari tahun ke tahun.

Misalnya China, mencatat kenaikan 26 tahun sejak 1965, setara dengan tambahan rata-rata sekitar 22 minggu usia harapan hidup setiap tahun selama periode transformasi ekonominya.

Sementara di Afrika, Aljazair menonjol dengan kenaikan 34 tahun hingga mencapai 77 tahun pada 2025, tertinggi di kawasan tersebut. Secara keseluruhan, sembilan negara Afrika menambah setidaknya 27 tahun usia harapan hidup dalam enam dekade terakhir.

Terjadinya peningkatan cepat usia harapan hidup mengubah struktur demografi secara mendasar. Negara yang sebelumnya didominasi populasi muda kini bergerak menuju fase penuaan penduduk dalam waktu relatif singkat. Transisi ini membawa implikasi langsung pada pembiayaan kesehatan, sistem pensiun, dan pasar tenaga kerja.

Sementara bagi negara dengan lonjakan tercepat, tantangannya keberlanjutan sistem kesehatan jangka panjang. Negara-negara yang terlambat menyiapkan infrastruktur lansia berisiko menghadapi tekanan fiskal dalam dua hingga tiga dekade ke depan.

Bagi negara maju dengan kenaikan terbatas menghadapi stagnasi usia harapan hidup, yang menandakan bahwa ruang perbaikan melalui intervensi dasar telah hampir habis. (P-*r/am)

 

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan