
Lokasi tempat persembunyian pemimpin Iran, Ali Khamenei, di Tabas, Iran Timur.(@youranontv)PRIORITAS, 10/1/26 (Teheran): Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, lari bersembunyi ke sebuah bunker bawah tanah di gurun Tabas setelah aksi demonstrasi rakyat terhadapnya dan kerusuhan semakin meluas.

“Khamenei telah dipindahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ke tempat persembunyian terpencil di gurun Tabas, Iran timur, di tengah meningkatnya protes nasional”, demikian laporan dari sumber terbuka seperti dikutip Beritaprioritas.com, Sabtu malam (10/1/2026).
Sumber lain di media sosial X, juga menyebutkan Korps Vali-Amr (IRGC) memindahkan diktator rezim Islam Iran, Ali Khamenei ke tempat persembunyian terpencil di gurun timur.
“Pesawatnya meninggalkan bandara Tehran-Mehrabad pada pukul 06.50 UTC. Ia menghindari kota Mashhad, karena kota itu sekarang sebagian besar berada di bawah kendali para pengunjuk rasa. Khamenei tidak tahu, kami tahu persis di mana dia sekarang!”, kata akun @Babak Taghvaee.

Menurut dia, kepemimpinan rezim Iran semakin terisolasi dan ketakutan karena kerusuhan menyebar ke seluruh negeri.

Pemimpin Iran, Ali Khamenei (kanan) bertemu para petinggi pasukan Garda Revolusi (IRGC). Khamenei dikabarkan meminta IRGC siaga tinggi.(iranint’l)
Siaga tinggi
Khamenei juga telah memerintahkan pasukan IRGC untuk siaga tinggi dibanding perang 12 hari dengan Israel.
Surat kabar Inggris, The Telegraph, mengutip seorang pejabat senior Republik Islam yang mengatakan Ali Khamenei telah mempercayakan nasibnya kepada Garda Revolusi.
“Ia memerintahkan mereka untuk meningkatkan kesiapan mereka ke tingkat yang bahkan lebih tinggi daripada perang 12 hari”, lapor media tersebut.
Pejabat senior yang sama mengakui pemimpin Iran Ali Khamenei memiliki hubungan yang lebih dekat dengan IRGC daripada dengan tentara atau polisi negara tersebut.
“Ia percaya bahwa kemungkinan pembelotan di IRGC hampir nol, sementara hal ini telah terjadi di lembaga lain sebelumnya. Ia telah menyerahkan nasibnya ke tangan IRGC”, tutur pejabat itu.
Pejabat itu menambahkan mengungkapkan kota-kota rudal bawah tanah IRGC, yang tetap utuh selama perang 12 hari, semuanya dalam keadaan siaga penuh karena kali ini situasinya sangat berbeda.
Surat kabar The Telegraph menulis para pejabat di Republik Islam Iran bersikeras Khamenei tidak memiliki rencana untuk meninggalkan Iran.
Menurut media Inggris ini, Garda Revolusi Iran telah mengungkap empat kota rudal bawah tanah sejak tahun 2015.
Sebagian dari pangkalan rahasia ini diyakini terletak di Iran barat, untuk memungkinkan serangan terhadap Israel.
Takut ancaman Trump
Meski begitu, seperti dilaporkan media The Jerusalem Post, seorang pejabat Republik Islam menyebut ada rasa terancam di dalam pemerintahan Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia menekankan kekhawatiran utama pemerintah Iran saat ini bukanlah protes, tetapi ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dia menambahkan telah melihat apa yang Trump lakukan di Venezuela, walaupun skenario sinematik itu mungkin tidak berlaku di Iran.
“Apa yang terjadi di Venezuela telah memberi semangat kepada para demonstran. Untuk pertama kalinya, mereka benar-benar percaya bahwa perubahan besar itu mungkin”, ujarnya.
Khamenei disebutkan berada di lokasi aman di Iran. Ia dilaporkan terbang dengan pesawat Mahan Air dari bandara Mehrabad di Teheran ke lokasi bunker bawah tanah di kota Iran Timur. (P-Jeffry W)

