Kapal induk nuklir AS patroli di dekat Indonesia

Jeffry Wuisan
Sabtu, 10 Januari 2026
INTERNASIONAL 0 1343
3 menit membaca

PRIORITAS, 10/1/26 (Taipei): Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, kini melakukan patroli di dekat Indonesia, tepatnya di kawasan Laut China Selatan (LCS).

Pengerahan ini menjadi sorotan, karena kapal tersebut membawa armada 90 jet tempur canggih berbagai jenis yang mampu melakukan serangan mendadak dan kombinasi pertahanan udara.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Sabtu (10/1/2026), Angkatan Laut AS menyebut posisi kapal induk kelas Nimitz itu, memang kini berada di Laut China Selatan sebagai bagian dari operasi rutin wilayah Armada ke-7 AS.

Disebutkan, tujuan utama keberadaan gugus tempur kapal induk Carrier Strike Group 3 tersebut di LCS,  guna mendukung keamanan maritim dan kerjasama di Indo-Pasifik.

Angkatan Laut AS juga menyatakan pengerahan ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah agresi, memperkuat aliansi dan kemitraan, serta memajukan perdamaian melalui kekuatan militer yang nyata.

Situasi di kawasan tersebut sudah lama memanas setelah klaim China atas sebagian besar Laut China Selatan,  yang tumpang tindih dengan batas negara-negara regional lainnya, termasuk Filipina yang merupakan sekutu AS.

Operasi angkatan laut ini sejalan dengan strategi keamanan nasional AS.  Strategi tersebut menyerukan pembangunan kapabilitas militer,  untuk menolak agresi di mana pun di dalam “Rantai Pulau Pertama” yang terdiri dari Jepang, Taiwan, dan Filipina.

AS menganggap penguasaan LCS oleh China sebagai tantangan keamanan serius,  karena dapat memicu sistem tol ilegal di salah satu jalur perdagangan paling vital di dunia atau penutupan jalur secara sepihak.

Pesawat tempur Super Hornet hendak mendarat di atas geladak kapal Induk AS, USS Abraham Lincoln.(@us7thfleet)

Luncurkan pesawat canggih

Kapal induk USS Abraham Lincoln, meluncurkan berbagai jenis pesawat canggih selama patroli di Laut China Selatan.

Selain jet tempur siluman F-35C Lightning II yang dirancang khusus untuk operasi kapal induk, armada ini juga membawa jet tempur F/A-18E/F Super Hornet dan pesawat serangan elektronik EA-18G Growler, pesawat deteksi dini E-2D Hawkeye serta puluhan helikopter MH-60 R/S Seahawk.

Komandan gugus tempur, Laksamana Muda Todd Whalen, menegaskan kehadiran USS Abraham Lincoln yang didampingi tiga kapal perusak yakni USS Spruance, USS Michael Murphy, dan USS Frank E. Petersen Jr., merupakan bukti nyata komitmen AS terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Persiapan take off jet tempur di atas kapal induk AS, USS Abraham Lincoln.(@virtualbayonet)

Mungkin ke Timur Tengah

Meskipun saat ini operasinya fokus di LCS, namun keberadaan USS Abraham Lincoln di wilayah tersebut masih menjadi tanda tanya.

Terdapat spekulasi mengenai kemungkinan kapal induk ini akan dialihkan ke Timur Tengah dalam waktu dekat.

Hal ini menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan kemungkinan intervensi di Iran,  jika pemerintah Ali Khamenei masih melakukan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa.

Kementerian Luar Negeri China belum memberikan komentar resmi terkait kehadiran kapal induk tersebut.

Namun, pengerahan ini, lapor CNCB Indonesia, dipastikan akan menambah daftar panjang gesekan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut di wilayah Pasifik Barat, terutama terkait kedaulatan maritim dan kebebasan navigasi internasional.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025