OJK tekankan agenda strategis menjelang pergantian Direksi BEI

Zamir Ambia
Jumat, 9 Januari 2026
EKBIS NEWS 0 407
2 menit membaca

PRIORITAS, 9/1/26 (Jakarta): Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sejumlah penekanan menjelang pergantian jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini, dengan menyoroti tiga agenda strategis yang dinilai perlu terus diperkuat ke depan.


Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan bahwa pada tahun ini akan dilaksanakan tahapan pencalonan hingga pemilihan Direksi BEI. Hal itu ia sampaikan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 yang digelar secara daring di Jakarta, Jumat (9/1/26).

“OJK melihat bahwa ini merupakan momentum penting dalam memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia. Harapan kami, proses tersebut dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku serta akuntabel,” ucap Inarno.

Agenda strategis pertama yang menjadi fokus penguatan adalah peningkatan integritas pasar serta perlindungan bagi investor.


Guna menekan transaksi tidak wajar

Upaya tersebut mencakup pengawasan aktivitas perdagangan yang lebih optimal guna menekan potensi praktik transaksi tidak wajar, sekaligus memastikan pasar berjalan secara adil dan transparan.

Agenda kedua diarahkan pada pendalaman pasar dengan memperkuat sisi penawaran dan permintaan, antara lain melalui pengembangan produk IPO unggulan (lighthouse IPO), peningkatan likuiditas lewat perluasan porsi free float, serta penambahan jumlah investor, khususnya dari kalangan institusi domestik dan global.

Agenda ketiga menitikberatkan pada penguatan ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan sistem keamanan siber, seiring dengan semakin masifnya digitalisasi proses perdagangan dan transaksi di pasar modal Indonesia.

“Tentunya ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber ini menjadi hal yang sangat penting,” tutur Inarno.

Ia menegaskan OJK akan terus memperkuat sinergi dengan BEI sebagai mitra strategis guna mendorong terwujudnya pasar modal Indonesia yang lebih dalam, efisien, berintegritas, serta memiliki ketahanan yang kuat.

Sesuai dengan regulasi OJK

Sebagai catatan, masa jabatan Direksi BEI periode 2022–2026 akan berakhir pada Juni 2026. Dengan demikian, proses seleksi dan pemilihan jajaran direksi baru dipastikan segera bergulir sesuai dengan regulasi OJK.

Adapun jajaran Direksi BEI yang ditetapkan melalui RUPS pada 29 Juni 2022 dan masih menjabat hingga kini meliputi Direktur Utama Iman Rachman, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sunandar, serta Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik.

Selain itu, terdapat Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian Manullang, serta Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Risa Effennita Rustam, demikian informasi yang diterima dari Antara. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan