Tiga kali kalah Pilpres, Prabowo tak sakit hati

Armin Mandika
Selasa, 6 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 6/1/26 (Jakarta): Tiga  kali kekalahannya di Pilpres disinggung Presiden Prabowo Subianto saat hadir di acara Natal Nasional 2025. Prabowo berkelakar kekalahannya itu karena tak didukung oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Demikian informasi yang diterima Beritaprioritas, Selasa (6/1/26).

Awalnya Prabowo menepis tuduhan kalau program Makan Bergizi Gratis (MBG) digagasnya untuk Pilpres 2029. Prabowo lantas mempertanyakan apa salahnya jika rakyat memilihnya kembali. Prabowo kemudian bicara takdir.

“Tapi kalau rakyat milih saya tahun 2029 apa salah saya? Iya kan? Kalau Tuhan mengizinkan. Kalau Tuhan tidak mengizinkan saya buat apa saja tidak akan terjadi, bener nggak?” katanya seperti dilansir dari detik.com.

Lantas Prabowo menyinggung dirinya yang kalah tiga kali pilpres. Ia berkelakar kekalahannya itu karena Luhut tidak mendukungnya. Untuk diketahui, Luhut turut hadir dalam acara tersebut.

“Empat kali ikut pemilu, tiga kali kalah. Soalnya waktu itu Pak Luhut nggak dukung saya sih,” kelakarnya.

Prabowo sebelumnya mengutip ajaran Nasrani dalam kehidupan berpolitik. Ajaran tersebut dalam Alkitab (Matius 5:39), yang berbunyi “Ditampar pipi kiri, berikan pipi kanan”. Ia menyerukan semua pihak untuk mengedepankan persatuan daripada perpecahan.

“Ajaran nasrani, kalau ditempeleng pipi kiri, harus kasih pipi kanan. Harus memaafkan, kan begitu kan. Forgive those that trespass against us, bener nggak?” tanyanya.

“Forgive us, our trespassers as we forgive those that trespass against us. Jadi saya, sebenarnya ya, bagi saya itu selalu ingin cari kebaikan daripada ketidakbaikan. Saya ingin cari persatuan daripada perpecahan,” kata Prabowo.

Persaiangan keras

Menurut Prabowo persaingan di dunia politik memang keras. Namun, rasa persatuan harus selalu dikedepankan. Seperti dirinya yang kalah tiga kali pilpres, tapi tak menyimpan rasa dendam.

“Aku kalah pilpres beberapa kali itu, udah lupa. Tapi tidak ada masalah. Tidak boleh kita sakit hati. Tidak boleh dendam. Tidak boleh benci. Dan itu saya, saya berusaha untuk teguh pada pendirian itu,” katanya. (P-*r/am)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025