Pemimpin Iran diduga melarikan berton-ton emas ke Rusia, mengantisipasi kerusuhan massal.(@jimgeraghty)PRIORITAS, 14/1/26 (Teheran): Rezim Iran pimpinan Ayatollah Ali Khamenei diduga melarikan berton-ton emas ke Rusia.
Pemindahan harta itu dilakukan di saat kerusuhan besar terjadi dan pemimpin tertinggi Iran bersiap menghadapi keruntuhan.
Menurut laporan seperti dikutip Beritaprioritas.com dari United24media, hari Rabu (14/1/2026), pesawat angkut militer Rusia Ilusyin Il-76 telah melakukan serangkaian penerbangan yang luar biasa padat ke Teheran, sejak akhir Desember, seiring dengan meluasnya protes nasional di seluruh Iran.
The Moscow Times mengutip publikasi perdagangan Air Cargo Week, mengatakan pesawat Il-76TD sengaja ditampilkan sebagai penerbangan sipil, namun melakukan rotasi reguler dari Mineralnye Vody di Rusia selatan ke Teheran antara 27 Desember 2025 dan 1 Januari 2026.
Rute pesawat itu melewati Kaukasus dan menghindari wilayah udara, yang dikendalikan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO.
Air Cargo Week menyatakan penggunaan berulang pesawat yang sama dalam jangka waktu singkat dan preferensi terhadap kecepatan, menunjukkan konsisten dengan logistik militer. Itu bukan penerbangan kargo charter (sewa) dadakan.
Parlemen Inggris
Laporan itu juga seirama dengan pernyataan anggota parlemen Konservatif, Tom Tugendhat, di Parlemen Inggris.
Mantan menteri keamanan itu, menyatakan dalam pidatonya di House of Commons (Parlemen Inggris), menurut sumber intelijen Inggris, pesawat kargo Rusia mendarat di Teheran dan membawa sejumlah besar emas keluar dari Iran.
Ia juga menduga, pesawat kargo Rusia mendarat di Teheran diduga membawa senjata dan amunisi.
Tugendhat menanyakan kepada pemerintah Inggris apakah informasi tersebut menunjukkan penguasa Iran sedang mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kejatuhan.
Sebelumnya, dilaporkan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, telah menyiapkan rencana darurat untuk melarikan diri ke Moskow dengan lingkaran keluarga dan pejabat pentingnya, jika kerusuhan massal di Iran mengancam stabilitas rezim.

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran, 23 November 2015.(@currentreport1)
Pembayaran drone
Ada dugaan emas yang dilarikan tersebut adalah kekayaan negara Iran.
Batangan emas tersebut juga termasuk bagian dari hasil pembayaran drone (pesawat nirawak) dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam transaksi pada Maret 2023.
Menurut analis AS di C4ADS, seperti yang dilaporkan The Washington Post, Rusia membayar Iran dengan 1,8 ton emas —senilai sekitar $104 juta—untuk drone Shahed-136, yang dikirim ke Rusia untuk digunakan dalam perang melawan Ukraina
Pembayaran tersebut diuraikan dalam kontrak Maret 2023, dengan harga emas $58,32 per gram.
Kesepakatan kedua ditandatangani pada 5 April 2023 yang mencakup tambahan 2.067 kg emas, meskipun pengirimannya masih belum dikonfirmasi.
Para analis mengatakan penggunaan emas memungkinkan Rusia untuk menghindari sanksi AS yang menargetkan transaksi berbasis dolar.(P-Jeffry W)