China sangat marah AS jual paket senjata ke Taiwan

Jeffry Wuisan
Jumat, 19 Desember 2025
3 menit membaca

PRIORITAS, 19/12/25 (Beijing): Pemerintah China sangat marah dan mengancam Amerika Serikat (AS) karena menjual paket persenjataan ke Taiwan. China menganggap Taiwan adalah bagian teritorialnya, yang akan segera direbutnya kembali.


Kementerian Pertahanan China langsung mengeluarkan pernyataan dengan mengatakan Tentara Pembebasan Rakyat, akan meningkatkan pelatihan invasi ke Taiwan,  untuk mempertahankan apa yang disebutnya kedaulatan nasional China.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Jumat (19/12/25), peringatan bernada perang dari China tersebut  dikeluarkan, setelah AS mendukung Taiwan dengan menyetujui penjualan senjata terbesar sepanjang masa senilai $11 miliar (sekitar Rp.183,9 triliun).

Pemerintah China mengutuk langkah AS tersebut dan menyebut sebagai tantangan langsung.


China juga mengatakan telah menyampaikan “protes keras” kepada AS, dan menuntut penghentian segera pasokan senjata ke Taiwan.

“Kelompok separatis ‘kemerdekaan Taiwan’, dengan mengorbankan keselamatan dan kesejahteraan warga Taiwan, menggunakan uang hasil jerih payah rakyat biasa untuk memperkaya para pedagang senjata AS,  dalam upaya ‘mencari kemerdekaan dengan mengandalkan kekuatan militer’,” kata kementerian pertahanan China, lapor media The Independent.

Bahasa yang sangat blak-blakan dari China ini menggarisbawahi bagaimana negara itu semakin menganggap dukungan AS untuk Taiwan,  sebagai provokasi yang dapat membenarkan eskalasi militer.

China tidak pernah mengesampingkan kemungkinan menggunakan kekuatan senjata,  untuk merebut Taiwan.

Secara rutin China melakukan latihan udara dan laut berskala besar di dekat Taiwan, yang dianggap para analis sebagai gladi resik untuk blokade atau invasi.

Delapan kategori

Paket persenjataan AS yang diumumkan pemerintahan Donald Trump pada hari Rabu, mencakup delapan kategori senjata dan peralatan.

Hal itu termasuk sistem roket Himars, howitzer, rudal anti-tank Javelin, drone amunisi jelajah Altius, dan suku cadang.

High Mobility Artillery Rocket Systems (Himars) adalah peluncur rudal atau roket berpemandu presisi,  yang diproduksi perusahaan AS, Lockheed Martin,  dan digunakan secara luas militer Ukraina melawan pasukan Rusia.

Washington memiliki hubungan diplomatik formal dengan China, tetapi terikat hukum AS, termasuk Undang-Undang Hubungan Taiwan, untuk membantu Taiwan mempertahankan sarana untuk membela diri.

AS mengatakan penjualan tersebut dimaksudkan untuk mencegah konflik, bukan memprovokasinya.

Departemen Pertahanan AS, Pentagon, mengatakan paket tersebut mendukung kepentingan nasional, ekonomi, dan keamanan AS,  dengan membantu Taiwan memodernisasi angkatan bersenjatanya serta menjaga kemampuan pertahanan yang kredibel.

Meski kesepakatan itu masih memerlukan persetujuan dari Kongres AS, namun diprediksi akan lolos karena dukungan untuk Taiwan sangat kuat di semua partai.

Tolak klaim China

Pada hari Kamis, Presiden Donald Trump juga menandatangani undang-undang kebijakan pertahanan tahunan senilai hampir $1 triliun, yang sepenuhnya mendanai Inisiatif Kerja Sama Keamanan Taiwan sebesar $1 miliar dan mengizinkan dukungan pelatihan militer AS yang berkelanjutan untuk pulau tersebut.

Kementerian Pertahanan Taiwan menyambut baik ketentuan-ketentuan tersebut, dengan mengatakan hal itu akan memperkuat kemampuan tempur dan membantu memastikan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan – perairan sempit yang memisahkan Taiwan dari daratan Tiongkok.

Pemerintah Taiwan yang terpilih secara demokratis,  menolak klaim kedaulatan dari China dan mengatakan hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.

China telah mencapap presiden Taiwan, Lai Ching-te, sebagai “separatis”, karena telah menolak tawaran berulang kali untuk berdialog.

Pemerintahannya telah mempercepat reformasi pertahanan yang bertujuan untuk “perang asimetris” – mengandalkan sistem bergerak dan tahan banting,  seperti rudal dan drone untuk mengimbangi keunggulan jumlah pasukan China.

Presiden Dewan Bisnis AS-Taiwan, Rupert Hammond-Chambers, mengatakan sistem seperti Himars dapat menjadi sangat penting dalam menghancurkan pasukan China yang menyerang.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan