

PRIORITAS, 7/12/25 (Jakarta): Penumpukan lemak visceral, yaitu lemak yang tersembunyi di sekitar organ dalam menyebabkan perut buncit. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keturunan.

Tak hanya kebiasaan sehari-hari seperti pola makan tinggi lemak dan gula, namun kurangnya aktivitas fisik, turut mempercepat penumpukan lemak tersebut.
Selanjutnya kebiasaan sehari-hari yang bikin perut buncit, dilansir dari WebMD dan dikutip dari CNBC Indonesia.
Saat main HP, Anda jadi tidak fokus dengan makanan yang masuk ke mulut. Kebiasaan ini bisa membuat Anda tidak sadar bahwa perut sebenarnya sudah terisi penuh.
Demikian juga saat makan dalam waktu cepat, otak belum memroses pesan bahwa perut sudah kenyang. Otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima pesan dari perut bahwa Anda sudah kenyang. Untuk itu, sebaiknya makan diperlambat agar sinyal yang masuk ke otak bisa sinkron dan Anda tidak makan berlebihan.

Sebuah penelitian, orang dewasa di bawah usia 40 tahun yang tidur kurang dari 5 jam per malam mengalami peningkatan lemak perut lebih banyak daripada mereka yang tidur lebih lama. Namun, jika Anda kurang tidur, jangan berlebihan untuk mengatasinya dan tidur lebih dari 8 jam per malam dapat memiliki efek pembesaran usus yang sama.
Selanjutnya waktu bagi sistem pencernaan untuk membakar makanan dengan makan lebih awal pada malam hari. Semakin malam Anda mengonsumsi kalori, semakin sedikit waktu yang dimiliki tubuh Anda untuk menggunakannya.
Ternyata biji-bijian olahan dalam roti putih dan makanan olahan lainnya tidak mengandung serat yang lambat dicerna, mendorong tubuh mencernanya lebih cepat, sehingga kadar gula darah meningkat. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan. Pilih karbohidrat dari biji-bijian utuh sebagai gantinya.
Mungkin Anda berpikir mengganti soda yang mengandung gula dengan soda diet akan menjaga jumlah kalori tetap rendah dan dengan demikian mencegah penambahan berat badan. Namun, para ilmuwan mengatakan itu sama sekali tidak benar.
Tidak sarapan membuat Anda 4½ kali lebih mungkin mengalami obesitas. Tidak sarapan memperlambat metabolisme Anda, yang membuat Anda lebih mungkin makan berlebihan nanti saat merasa lapar.
Memang sebetulnya sangat baik untuk memperhatikan asupan lemak Anda, tetapi makanan yang menghilangkan lemak seringkali mengandung lebih banyak karbohidrat. Makanan tinggi karbohidrat dapat meningkatkan trigliserida Anda, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menambah lemak di bagian tengah tubuh Anda.
Ternyata salah satu efek dari banyak efek buruk merokok yakni berpusat pada perut Anda. Semakin banyak Anda merokok, maka semakin banyak lemak yang Anda simpan di perut, dibandingkan di pinggul dan paha Anda.
Sebaiknya sajikan makanan di piring yang lebih kecil dan gunakan peralatan makan yang lebih kecil. Cara ini ampuh untuk menipu otak agar berpikir bahwa Anda makan lebih banyak dari yang seharusnya.
Jika Anda memilih piring yang besar, kemungkinan besar Anda akan menghabiskan semuanya dan makan lebih banyak dari yang Anda butuhkan.
Kegiatan fisik adalah kunci kesehatan. Lakukan gerakan intensitas sedang selama 30 menit setiap hari, dan lingkar pinggang Anda akan mengecil (dan otot Anda akan membesar), meskipun berat badan Anda tetap sama.
Kemudian stres melepaskan hormon yang disebut kortisol ke dalam tubuh Anda. Kadar kortisol yang lebih tinggi dapat menyebabkan penambahan berat badan, terutama berat visceral yang Anda simpan di perut. Lakukan teknik relaksasi secara teratur, seperti pernapasan dalam dan meditasi, untuk membantu tetap tenang dan mengurangi tingkat stres. (P-*r/am)

