Ada temuan pestisida, Taiwan tarik peredaran Indomie Soto Banjar

Jeffrey Rawis
Sabtu, 13 September 2025
2 menit membaca

PRIORITAS, 13/9/25 (Jakarta): Informasi yang diterima Beritaprioritas, Sabtu (13/9/25), Taiwan menarik seluruh produk Indomie Soto Banjar Limau Kulit dari pasaran menyusul temuan residu pestisida etilen oksida yang melampaui batas standar aman menurut otoritas setempat.


Terkait itu, pihak Centre for Food Safety (CFS) Taiwan mengimbau masyarakat untuk berhenti mengonsumsinya.

Adapun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengaku masih mendalami kemungkinan cemaran zat kimia serupa di produk Indomie yang diekspor ke Taiwan.

“Itu sudah masuk atensi kami, dan sedang berkoordinasi dengan otoritas pangan di Taiwan, laporannya nanti berprogress ya,” ungkap Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, seperti dikutip dari detikcom, Jumat (12/9/25).


Mengandung residu pestisida

Seperti diberitakan sebelumnya, temuan dugaan cemaran pada Indomie diumumkan dalam situs resmi otoritas keamanan pangan Taiwan.

“Produk yang berasal dari Indonesia ditemukan mengandung residu pestisida, etilen oksida, pada tingkat yang tidak memenuhi standar Taiwan.”

Selanjutnya, CFS juga tengah menyelidiki apakah produk yang terdampak sudah diimpor Hong Kong dan menghubungi otoritas terkait untuk informasi lebih lanjut.

“Pembelian produk melalui pembelian Daring atau perjalanan internasional tidak dapat dikecualikan. Konsumen harus membuang produk dan tidak mengonsumsinya,” ujar CFS.

Etilen oksida

Diketahui, etilen oksida merupakan salah satu gas yang mudah terbakar dan memiliki aroma sedikit manis. Umumnya, zat yang masuk golongan Bahan Bahaya Beracun (B3) ini digunakan sebagai bahan dasar pembuatan antibeku, detergen, tekstil, hingga pelarut.

Diketahui, dalam jumlah yang kecil, etilen oksida digunakan sebagai pestisida. Zat kimia tersebut juga bisa dipakai untuk sterilisasi. (P-*r/Dtk/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan