Perang Israel dan Iran terhenti lewat gencatan senjata.(Dok/dtc)PRIORITAS, 29/6/25 (Ankara): Iran tidak akan mengizinkan Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi memasuki wilayahnya dan memasang kamera pengawas di fasilitas nuklir. Demikian informasi yang diterima Beritaprioritas, Minggu (29/6/25).
“Kami tidak akan mengizinkan IAEA memasang kamera di fasilitas nuklir kami, dan Grossi dilarang memasuki Iran,” tegas Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Sabtu (28/6/25).
Adanya pelarangan tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan antara Teheran dengan badan pengawas nuklir PBB tersebut atas akses pemantauan dan transparansi menyusul serangan militer terbaru Israel dan AS.
Hentikan kerja sama dengan IAEA
Hal tersebut diambil menyusul undang-undang yang disetujui parlemen pada Rabu untuk menghentikan kerja sama dengan IAEA.
Seperti diketahui, konflik 12 hari antara Israel dan Iran meletus pada 13 Juni ketika Israel meluncurkan serangan udara terhadap fasilitas militer, nuklir, dan situs sipil Iran, menewaskan sedikitnya 606 orang dan melukai 5.332 orang, menurut Kementerian Kesehatan Iran.
Teheran kemudian meluncurkan rudal dan seranganĀ droneĀ ke Israel, menewaskan sedikitnya 29 orang dan melukai lebih dari 3.400 orang, menurut angka yang dikeluarkan oleh Universitas Ibrani Yerusalem.
Sat ini konflik berhenti di bawah gencatan senjata yang disponsori AS yang mulai berlaku pada 24 Juni. (P-*r/Armin M)
No Comments