Corporate Communication TMII, Ken Elsa, menyebutkan, lonjakan pengunjung diperkirakan terjadi pada malam hari, seiring dengan digelarnya berbagai atraksi visual dan pertunjukan budaya yang paling dinantikan masyarakat.
“Nanti malam akan semakin ramai kaena ada dancing fountain dan tari Kecak,” imbuh Ken Elsa, Kamis (25/12/25).
Corporate Secretary Division Head TMII, Agdya Yogandari, menyampaikan, pertunjukan tari Kecak umumnya hanya digelar pada akhir pekan. Namun, khusus hari ini pada pukul 20.00 WIB, TMII menampilkan Kecak sebagai penutup acara di kawasan RCP Lagos, menyusul tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan seni tradisional tersebut.
18 Desember hingga 4 Januari
Selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, TMII mengusung konsep baru yang lebih segar dengan tema “Hadiah dari Jelajah Budaya Adalah Kisah Penuh Makna”.
Konsep tersebut mengedepankan pengalaman multisensori dengan menggabungkan unsur budaya modern dan edukasi yang bersifat inklusif. Pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan seni tradisional, tetapi juga dapat mencicipi kuliner khas Nusantara serta menikmati musik modern dalam satu kawasan yang berwawasan lingkungan.
Selain menjadi sarana rekreasi, momen Natal dan Tahun Baru juga dimanfaatkan TMII untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar. Lebih dari 50 pelaku UMKM, perajin lokal, serta komunitas daerah turut ambil bagian dalam berbagai agenda kegiatan.
Ratri menekankan bahwa TMII saat ini telah bertransformasi menjadi destinasi budaya modern yang mampu menghadirkan dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan, sehingga libur akhir tahun diharapkan dapat meninggalkan pengalaman berkesan bagi setiap keluarga pengunjung. (P-*r/Zamir Ambia)

