Gubernur Yulius : Bersinergi, 10.800 Rumah di Sulut Sukses ‘Dibedah’

Deky Geruh
Minggu, 4 Oktober 2026
DAERAH 0 75
2 menit membaca

PRIORITAS, 4/10/26 (Manado) :  Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus mengatakan, berkat bersinergi dengan para pemangku kepentingan hingga 30 September 2026, 10.800 unit rumah masyarakat mendapat dukungan program bedah rumah.

Program bedah rumah tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, sehat dan nyaman ditempati.

Tidak hanya melalui program bedah rumah, sinergi pembangunan perumahan di Sulawesi Utara juga mencakup penyediaan fasilitas sanitasi.

Sebanyak 81 unit fasilitas sanitasi telah dialokasikan, baik berupa pembangunan fasilitas baru maupun peningkatan fasilitas yang sudah tersedia.

Gubernur Yulius mengatakan, sinergi tersebut terjalin mulai pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dan pihak terkait lainnya menjadikan program perumahan dapat menjangkau banyak masyarakat.

“Pembangunan bukan hanya tentang menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan langsung manfaat pembangunan melalui hunian layak, lingkungan sehat dan akses pembiayaan perumahan semakin terbuka,” kata Gubernur di Manado, seperti dikutip dari Antara.

Koordinasi dan sinergitas dengan para pemangku menghadirkan perumahan yang menjangkau banyak masyarakat adalah komitmen bersama untuk menghadirkan Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera dan berkelanjutan, dengan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program bedah rumah tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, sehat dan nyaman ditempati.

Tidak hanya melalui program bedah rumah, sinergi pembangunan perumahan di Sulawesi Utara juga mencakup penyediaan fasilitas sanitasi.

Sebanyak 81 unit fasilitas sanitasi telah dialokasikan, baik berupa pembangunan fasilitas baru maupun peningkatan fasilitas yang sudah tersedia.

Di sektor hunian vertikal, pembangunan 44 unit Rumah Susun bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Rusun MBR) juga menjadi bagian dari upaya menyediakan hunian yang layak dan lebih terjangkau.

Rusun MBR tersebut nantinya akan dibangun di kawasan Paniki, Manado. Sementara itu, dukungan pembiayaan perumahan juga terus diperkuat melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Dari alokasi sebanyak 14.845 unit FLPP, hingga 30 September 2026 telah terealisasi 1.757 unit, dengan nilai pembiayaan mencapai sekitar Rp216 miliar.

Program pembiayaan tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh hunian melalui skema pembiayaan yang lebih terjangkau.

Sinergi sektor perumahan juga memberikan dampak terhadap pelaku usaha. Hingga periode yang sama, sebanyak 791 debitur Kredit Program Perumahan (KPP) telah terealisasi.

Program ini turut mendukung pelaku usaha seperti toko bangunan, kontraktor dan UMKM yang bergerak dalam ekosistem sektor perumahan.

Gubernur menambahkan, pembangunan sektor perumahan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat aktivitas usaha serta mendorong perputaran ekonomi daerah.(P-r)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025