PRIORITAS, 5/11/25 (Jakarta): Berjalan kaki 5.000 hingga 7.500 langkah per hari dapat membantu mencegah Alzheimer. Aktivitas sederhana ini terbukti memperlambat perubahan otak yang terkait penyakit tersebut.
Penelitian lintas negara ini diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine. Studi melibatkan ilmuwan dari Universitas Melbourne, Mass General Brigham, dan Universitas Toronto.
Sebanyak 294 peserta berusia 50–90 tahun dengan fungsi otak normal ikut dalam penelitian. Pemantauan dilakukan selama 14 tahun menggunakan data aktivitas fisik dan pemindaian otak.
Peneliti menelusuri hubungan antara jumlah langkah harian, daya ingat, dan penumpukan protein tau serta amiloid. Keduanya dikenal sebagai penanda utama perkembangan Alzheimer.
Hasil penelitian menunjukkan aktivitas fisik tinggi berkaitan dengan penurunan fungsi otak yang lebih lambat. Penumpukan protein tau pada otak juga lebih sedikit pada kelompok aktif.
Ada penurunan kognitif
Peserta yang berjalan lebih dari 5.000 langkah per hari mengalami perlambatan nyata dalam penurunan kognitif. Daya ingat dan kemampuan berpikir mereka lebih stabil selama penelitian.
Efek perlindungan otak paling kuat terlihat pada kisaran 5.001 hingga 7.500 langkah per hari. Aktivitas ringan tetap memberikan manfaat berarti bagi fungsi otak.
Peserta dengan 3.000 hingga 5.000 langkah per hari juga menunjukkan perlambatan akumulasi protein tau. Penurunan daya ingat mereka berlangsung lebih lambat dibanding peserta pasif.
Peneliti menilai hasil ini bisa menjadi target aktivitas fisik yang mudah dicapai masyarakat. Langkah harian kini mudah diukur dengan jam tangan pintar atau perangkat wearable lainnya.
Temuan ini penting bagi orang dewasa lanjut usia yang ingin menjaga kesehatan otak. Aktivitas fisik rutin membantu mencegah Alzheimer dan memperpanjang kemampuan berpikir jernih. (P-Khalied M)








