Wakil Ketua II DPRD Barsel desak pengadaan ‘water bombing’, BMKG: 5.283 ‘hotspot’ dan kabut asap kian darurat

Herling Tumbel
Rabu, 23 September 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 23/9/26 (Buntok, Kalteng): Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), memasuki fase darurat. Wakil Ketua II DPRD Barsel, Hj. Rusinah Andelen, mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera mengajukan permohonan water bombing ke pemerintah provinsi.


Desakan tersebut disampaikan legislator Partai NasDem itu melalui sambungan telepon wawancara dengan Beritaprioritas.com, Rabu (23/9/26).

Menurutnya, pemadaman darat saja tidak lagi memadai menghadapi bara gambut yang membakar hingga lapisan bawah.

“BPBD Barsel harus segera bersurat ke BNPB. Jangan tunggu hotspot bertambah dan korban ISPA makin banyak. Water bombing menjadi kebutuhan mendesak,” tegas Hj. Rusinah.


Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, saat ini 5.283 hotspot terdeteksi sangat kuat di Kalteng yang menjadi pemicu el Niño.

Dalam Prakiraan Cuaca Sepekan Periode 22–28 September 2026, BMKG mencatat Kalteng sebagai provinsi dengan titik panas kepercayaan tinggi terbanyak nasional, yakni 5.283 titik hingga 21 September 2026.

BMKG menjelaskan, atmosfer relatif kering akibat El Niño kategori Sangat Kuat memicu maraknya kebakaran pada kawasan gambut dan semak belukar.

Meski demikian, dinamika lokal seperti MJO dan Gelombang Rossby Ekuatorial masih membuka peluang hujan intensitas sedang dalam sepekan ke depan.

Dampak di Barsel sendiri telah diberitakan sebelumnya, dengan keluhan seperti sesak napas, pusing dan mata perih, lonjakan ISPA hingga ribuan kasus, serta indeks pencemar udara yang sempat menyentuh angka 999 kategori berbahaya.

Jumlah titik api (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini terdapat di Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Barito Selatan. (Courtesy: Antara)

Langkah-langkah Polres Barsel

Sementara itu, Kapolres Barsel yang baru dua pekan menjabat, AKBP Eko Mardianto, juga merespons kondisi tersebut melalui pesan WhatsApp kepada Beritaprioritas.com, Rabu (23/9/26).

“Terima kasih atas masukannya. Polres Barsel terus berkoordinasi dengan Pemda, BPBD, TNI, instansi terkait dan MPA dalam penanganan Karhutla dan kabut asap,” ujar Eko.

Ia memaparkan, Polres Barsel telah melaksanakan langkah preemtif, preventif, pemadaman karhutla, penegakan hukum, serta kegiatan sosial berupa pembagian air bersih, masker, dan bakti kesehatan kepada masyarakat.

“Polres Barsel terus berupaya melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia, dari dampak kabut asap,” katanya.

DPRD Ingatkan kelengkapan SOP di lapangan

Wakil Ketua II DPRD Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Hj. Rusinah Andelen. (Beritaprioritas.com/Ahmad Arbani)

Wakil Ketua II DPRD, Hj. Rusinah Andelen, juga mengingatkan agar operasi udara dibarengi kesiapan instrumen lapangan sesuai prosedur tetap. Tanpa sinergi, katanya, pemadaman dinilai tidak tuntas.

Perangkat yang wajib dipastikan ada, menurut Rusinah, setidaknya meliputi pakaian tahan api, helm, sepatu boot, kacamata anti asap, dan respirator sebagai pelindung personel. Kemudian perkakas manual berupa kepyok, sekop, serta pompa gendong.

Selanjutnya perangkat mekanis berupa pompa portable, selang, nozzle, tandon lipat 2.000–5.000 liter, serta truk tangki sebagai pemasok air.

Untuk mobilitas, dibutuhkan kendaraan 4×4, motor trail penembus jalur gambut sempit, perahu karet pada area berair, dan eskavator untuk pembuatan sekat bakar.

Untuk presisi, drone thermal pemeta hotspot, GPS, radio HT, peta titik panas harian, serta embung sebagai titik pengambilan air helikopter wajib difungsikan. Posko juga perlu ditopang genset, lampu sorot, dan cadangan bahan bakar.

“Kalau Polres, TNI, BPBD, dan MPA sudah bergerak bersama, ditambah water bombing dan peralatan SOP lengkap, asap di Barsel bisa cepat terkendali,” ujar Hj. Rusinah. (P-Ahmad Arbani)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan