
Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan mendata ulang sebanyak 180 warga yang terdampak kebakaran di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/26). (Courtesy: Antara)PRIORITAS, 23/9/26 (Jakarta): Warga terdampak kebakaran di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuka opsi tinggal kembali di lokasi jika pemerintah merenovasi rumah mereka.

Warinah, salah satu korban, menyatakan kesediaannya mengikuti skema yang pemerintah tetapkan. Dia juga siap mempertimbangkan relokasi jika pemerintah menawarkan pilihan itu.
“Kalau dibangun lagi semua, kita tinggal lagi di situ, kalau misalnya disaranin ke mana, ya kita ikutin aja,” ungkap salah satu korban bernama Warinah kepada wartawan di tenda pengungsian di Jalan Mesjid Al-Huda, dekat Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/26)>
Diperoleh informasi di lapangan, Warinah berasal dari Brebes. Kini dia sudah memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK) Jakarta.

Kondisi administrasi itu bikin Warinah berharap proses renovasi maupun relokasi berjalan lebih mudah. Namun, dia belum menentukan tempat tinggal setelah meninggalkan tenda pengungsian.
Warinah masih menunggu keputusan keluarga. Mereka mempertimbangkan kembali mengontrak rumah atau pulang ke kampung halaman.
“Saya mau ikut anak ini yang bisa, mau ngontrakin, apa mau disuruh di kampung,” ujar Warinah.
Sementara itu, Andan dan istrinya masih mencari tempat tinggal baru. Mereka belum mengetahui kapan bisa meninggalkan tenda pengungsian.
Pedagang aksesori ponsel itu kehilangan barang dagangan dan harta benda saat kebakaran. Kondisi itu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kalau ada rencana mah, ya, kita pengen pindah, ya, nyari-nyari tempat tinggal, kalau ada bantuan, ada uang gitu. Cuman kita-kita semuanya hangus terbakar, tidak ada uang. Kita hanya makan seadanya,” ungkap Andan.
Andan juga membuka kemungkinan menerima tawaran rumah susun (rusun) dari pemerintah. Namun, dia perlu mempertimbangkan lokasi rusun dengan sekolah kedua anaknya.
Kedua anak Andan bersekolah di SDN 01 Kebayoran Lama Utara. Jarak tempat tinggal baru menjadi pertimbangan karena aktivitas sekolah tetap harus berjalan.
“Kalau untuk tempatnya, untuk kerja sih masih mikirkan, kalau misalnya rusun. Gimana persetujuannya aja, ya, gitu kan. Apalagi, kan istilahnya, kalau jauh dari sekolahan anak-anak, kan agak-agak kasihan, memburu waktu apa gimana gitu kan,” tutur Andan.
Sebelumnya, kebakaran melanda Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, pada Selasa (22/9) malam.
Petugas mengerahkan 24 unit mobil pemadam kebakaran dan 128 personel untuk menangani api. Kobaran api membakar sekitar 18 rumah dan empat tempat usaha di lahan seluas 1.205 meter persegi. (P-*/Khalied M)

