
PRIORITAS, 20/8/26 (Jakarta): Gempa bumi bermagnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada Rabu malam pukul 23.17 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan dangkal sedalam 10 kilometer ini tidak memicu potensi tsunami.
Namun, getaran kuat terasa cukup nyata hingga wilayah Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sumba Timur. Akibatnya, rentetan gempa berkekuatan sedang ini kembali memicu kepanikan warga yang berada di kawasan terdampak.
Sementara itu, BMKG mencatat total gempa susulan pascabencana m7,7 telah menembus angka 3.055 kejadian hingga Rabu sore. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa aktivitas tektonik di zona Flores Back-Arc masih bergerak sangat aktif. Pihaknya memproyeksikan proses peluruhan energi gempa susulan ini memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat pekan ke depan. Oleh karena itu, masyarakat di seluruh Pulau Flores diimbau untuk terus memperketat kewaspadaan mereka.
Di sisi lain, BMKG menginstruksikan warga pengungsi agar tidak nekat memasuki rumah yang mengalami retak struktural. Langkah ini sangat penting demi mencegah jatuhnya korban akibat risiko bangunan roboh saat terjadi guncangan susulan. Selain itu, petugas meminta masyarakat agar tidak mudah mempercayai isu atau hoaks kebencanaan yang beredar liar di media sosial.
Pada akhirnya, kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi kunci utama keselamatan warga dalam melewati masa darurat bencana ini. BMKG terus memantau pergerakan seismik secara real-time demi menyajikan data terkini kepada publik. Warga diharapkan selalu memantau perkembangan informasi resmi hanya melalui aplikasi dan kanal resmi milik BMKG. (P-Gio R)