Tragis, tiga gadis kembar tersisa satu akibat gempa Kolombia

Jeffry Wuisan
Jumat, 14 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 14/8/26 (Bogota): Gempa bumi dahsyat yang menghantam Kolombia, menimbulkan kisah tragis bagi tiga gadis kembar di Cali.


Gempa bumi berkekuatan magnitude 7,4 yang terjadi Senin 10 Agustus 2026 itu meninggalkan kenangan pahit dan memilukan bagi keluarga Saavedra Caicedo.

Dari satu keluarga yang terdiri dari 4 orang, hanya tersisa satu, lapor Colombia One.

Pagi itu, keluarga Savedra, orangtua dan tiga anak gadis kembar mereka yang biasanya ceria, mendadak sunyi beberapa saat setelah bangunan Edificio María Alvira (Gedung María Alvira) tempat mereka tinggal di kota Cali, Kolombia, di lingkungan Cuarto de Legua, ambruk diguncang gempa hebat.


Kedua orangtua dan tiga gadis kembar masing- masing Ana Maria, Isabella, dan Sofia serta paman mereka terkubur di bawah reruntuhan beton bangunan.

Warga sekitar yang selamat serta keluarga di daerah lain melapor ke petugas bencana, ada satu keluarga yang hilang dan diduga masih terkubur di bangunan yang hancur itu.

Saat itu pula usaha pencarian langsung dilakukan, namun regu penolong kesulitan karena puing-puing beton besar menutup area itu.

Jam-jam pertama usai gempa, beruntung, Ana Maria, berhasil diselamatkan tim pencari, meski ia mengalami luka-luka cukup serius di sekujur tubuh dan harus dibawa ke pusat medis di Cali.

Upaya pencarian orang tuanya dan kedua saudara perempuannya terus dilakukan.

Hari pertama tim penolong juga menemukan kedua orangtuanya, namun sudah dalam keadaan tak bernyawa akibat mengalami luka parah tertimpa bangunan yang ambruk.

Menyusul kemudian ditemukan jenazah paman dan satu dari tiga gadis kembar, Sofia.

Sanak keluarga sangat sedih

Tiga hari berselang, tim belum juga menemukan sosok kembar lain, Isabella.

Tim dan sanak keluarga berharap Isabella, keluarga terakhir yang masih hilang di bawah reruntuhan dapat ditemukan dalam keadaan hidup seperti saudara kembarnya, Ana Maria.

Setelah pencarian memasuki hampir hari keempat, Isabella Saavedra akhirnya ditemukan, namun tragis ia juga sudah meninggal dunia.

Sanak keluarga dan para tetangga meratap sedih.

“Dengan hati yang hancur, kami ingin melaporkan bahwa Isabella, si kembar tiga yang masih hilang, telah ditemukan meninggal dunia. Hingga saat-saat terakhir, kami tetap berharap menemukannya hidup-hidup. Hari ini, harapan itu telah berubah menjadi rasa sakit yang tak terlukiskan,” tulis Diana March Espinosa, sepupu si kembar tiga, di akun Instagram-nya.

Keluarga besar Saavedra Caicedo nyaris lenyap, hanya tersisa satu orang, satu dari kembar tiga, Ana Maria.

Kisah keluarga yang memilukan ini menambah daftar panjang kisah orang-orang yang hanya dalam beberapa detik, menderita lebih dari sekadar kerugian materi.

Kisah gadis kembar tiga Saavedra ini telah menarik perhatian sejak saat-saat awal keadaan darurat, karena ikatan di antara ketiga saudari tersebut.

Ana Maria, Isabella, dan Sofia berusia 23 tahun dan telah berbagi seluruh hidup mereka sebagai kembar tiga.

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Kolombia hingga hari kelima meningkat menjadi 285 orang.

Menurut pihak berwenang, lebih dari 3.900 orang terluka, 379 orang hilang, dan lebih dari 84.000 rumah rusak atau hancur. (P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan