
Ratusan siswa SDN 3 Mojosongo Solo mencuci bendera Merah Putih sambut HUT ke-81 RI, Jumat (7/8/26) lalu. (Adinda Bunga Kusuma Wardani/Courtesy Kompas.com)PRIORITAS, 15/8/26 (Solo): Mendadak riuh, penuh gelak tawa dan celoteh ceria ratusan siswa terdengar nyaring di antara sela-sela kepulan busa sabun dan gemericik air. Begitulah suasana di halaman SDN 3 Mojosongo Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng).

Dengan berbekal ember, bendera Merah Putih dan sabun yang dibawa dari rumah, para siswa bersiap menjalankan sebuah tradisi unik SDN 3 Mojosongo tersebut untuk menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Sebuah ekspresi nasionalisme para bocah kader masa depan penerus perjuangan bangsa. Yakni mencuci bendera Merah Putih.

Ratusan siswa SDN 3 Mojosongo Solo membentangkan bendera Merah Putih raksasa sambut HUT ke-81 RI, Jumat (7/8/26). (Adinda Bunga Kusuma Wardani/Courtesy Kompas.com)
Adapun aksi massal mencuci bendera Merah Putih ini menjadi sajian utama kegiatan kokurikuler sekolah. Prosesi diawali dengan pembentangan bendera Merah Putih raksasa berukuran 6×9 meter di tengah lapangan sekolah.
Kemudian ratusan siswa yang memakai kaus merah lengkap dengan pita Merah Putih kompak memegang bendera raksasa itu.

Di antara mereka, ada yang memegang di setiap sisinya sembari mengayunkan bendera dan ada pula yang berada di bawah bendera yang dibentangkan untuk memberikan efek bendera mengembang.
Sontak, gelak tawa riang ratusan anak yang juga membawa bendera yang dipasang bak jubah memenuhi seisi lapangan.
Mengumandangkan nyanyian “Berkibarlah Bendera Negeriku”
Ya, proses pembentangan bendera raksasa itu kian meriah tatkala mereka secara bersama-sama menyanyikan salah satu lagu nasional “Berkibarlah Bendera Negeriku”.
Selesai pembentangan bendera Merah Putih, sebanyak 346 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mulai mencuci bendera masing-masing.
Lucu dan menggemaskan. Dengan jemari mungilnya, mereka tekun mengucek kain berwarna merah dan putih tersebut di dalam ember, meresapinya dengan semangat kebersamaan.
Meningkatkan nasionalisme anak
Bukan hanya para murid, suasa makin padu karena seluruh guru dan tenaga pendidik yang berjumlah 24 orang turut turun tangan melingkari area pencucian.
Para guru itu bertugas mengarahkan para siswa untuk mencuci hingga menjemur bendera Merah Putih.
Lalu, berbalut dengan pakaian bernuansa merah putih, para pendidik ini membaur mendampingi anak didik mereka.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nasionalisme anak sekaligus adalah kegiatan kokurikuler yang ada di SD Negeri Mojosongo 3,” ujar Kepala Sekolah SDN 3 Mojosongo, Sari Nur Hayani di sela-sela kegiatan, Jumat (7/8/26).
Merawat Sang Saka, simbol Negara
Adapun tahun ini menjadi kali kedua tradisi mencuci bendera Merah Putih digelar.
Karenanya, belajar dari pengalaman tahun sebelumnya yang sempat diwarnai kepanikan kecil karena lokasi yang berdesakan (crowd), pihak sekolah melakukan evaluasi matang. Tali jemuran telah disiapkan rapi sejak pagi. Area penjemuran pun telah dipetakan khusus per kelas.
Sesudah dicuci bersih, ratusan bendera dijemur berjejer rapi di sepanjang tali yang melintang di halaman.
Keren! Warna merah dan putih yang berkibar basah di bawah sengatan matahari pagi seolah menjadi lambang kesucian para siswa dalam merawat Sang Saka sebagai simbol negara.
Diketahui, aksi mencuci bendera ini menjadi pembuka dari rangkaian panjang peringatan kemerdekaan di SDN 3 Mojosongo.
“Perayaannya ini dimulai dari hari ini. Kemudian dua minggu lagi ada perayaan diselaraskan dengan kegiatan kokurikuler kita, meliputi lomba-lomba 17-an, nanti puncaknya adalah karnaval dan upacara bendera di tanggal 17 Agustus,” paparnya kepada Kompas.com.
Hmm, lewat bentangan kain, genangan busa, dan jemuran yang membentang, rasa cinta Tanah Air ditanamkan sederhana lewat tempat di mana anak-anak tumbuh untuk mengenyam pendidikan.
“Harapannya melalui kegiatan ini dapat meningkatkan nasionalisme anak mulai dari sejak kecil,” katanya lagi.
“Biar benderanya wangi, bersih, enggak pucat”
Sementara itu, salah satu siswa kelas 6, Athar Nicholas Zafran Prasetyo begitu antusias mengikuti tradisi mencuci bendera Merah Putih.
Kendati pagi itu matahari bersinar cukup terik, ia tetap semangat mengarahkan teman-temannya untuk mengikuti acara.
“Biar benderanya wangi, bersih, dan warnanya enggak pucat,” tutur Athar yang tampak bersemangat menjemur bendera.
Siswa yang tak kalah semangatnya ialah Aiko Desqianise Setiana (12).
Aiko yang duduk di kelas 6 SDN 3 Mojosongo itu mengatakan, kegiatan peringatan HUT RI tahun ini lebih seru dibandingkan tahun sebelumnya. “Ini lebih seru. Ada membentangkan bendera raksasa, mencuci bendera, mengeringkan. Tahun lalu kurang besar benderanya. Ini tadi bawa bendera dari rumah, satu, sama deterjen,” demikian Aiko Desqianise Setiana dengan penuh semangat Merah Putih. (P*/mj)

