Kementan kirim 14 ribu bibit durian ke Sulawesi Tengah, target besarnya bikin petani punya harapan baru

Sem Muhaling
Kamis, 13 Agustus 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 12/8/26 (Palu): Kementerian Pertanian (Kementan) serius mengembangkan kawasan durian di Sulawesi Tengah. Pemerintah pusat menyiapkan dukungan untuk memperkuat produksi sekaligus menjaga keberlanjutan ekspor komoditas unggulan tersebut.

Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Fausiah T Ladja mengatakan pihaknya telah mengirimkan 14 ribu bibit durian bersertifikat. Bantuan itu menjadi bagian dari percepatan pengembangan kawasan durian di Sulawesi Tengah.


Enam daerah sasaran pengembangan

Fausiah menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 di Palu, Rabu (12/8/2026). Menurut dia, bantuan bibit tahap pertama menyasar lahan seluas 140 hektare. Kawasan tersebut tersebar di enam daerah yang menjadi sentra durian Sulawesi Tengah. Daerah itu meliputi Kabupaten Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, Tolitoli, Sigi, dan Donggala.

Karena itu, pemerintah berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pembentukan kawasan produksi durian. Selain bibit, Kementan juga memasukkan sarana produksi sebagai bagian dari paket pengembangan kawasan.

“Informasi kami terima dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, 14 ribu bibit dan 210 kilogram pupuk organik sudah tiba di Sulteng,” kata Fausiah. 
Dukungan tersebut menunjukkan pemerintah tidak hanya mengejar perluasan kebun. Pemerintah juga ingin memastikan petani memperoleh sarana produksi untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Modal besar jadi sentra durian

Fausiah menilai kondisi geografis Sulawesi Tengah sangat mendukung pengembangan hortikultura. Menurut dia, potensi tersebut membuat Sulteng cocok menjadi salah satu sentra pengekspor durian nasional. Karena itu, pengembangan kawasan durian perlu berjalan secara terencana. Petani juga harus menjaga dan merawat bantuan yang mereka terima agar menghasilkan manfaat ekonomi.

“Durian menjadi sumber ekonomi baru bagi daerah maupun ekonomi nasional. Kami berharap bantuan yang diberikan kepada petani dijaga dan dirawat,” ujarnya.

Dengan pengelolaan yang baik, kawasan durian dapat memberikan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Selain itu, produksi yang meningkat dapat memperkuat pasokan untuk kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor.

Ekspor ke China sudah menggeliat

Peluang tersebut semakin terbuka karena Sulawesi Tengah telah mengekspor durian beku ke China. Produk yang dikirim merupakan durian varietas Montong melalui Pelabuhan Pantoloan, Palu.

Data Badan Karantina Indonesia (Barantin) menunjukkan aktivitas ekspor tersebut terus berjalan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Sulteng mengirim 272 kontainer durian beku ke China. Total volume pengiriman mencapai 7.344 ton. Setiap kontainer memuat sekitar 27 ton durian beku dengan nilai komoditas sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp2,8 miliar.

Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang ekonomi dari komoditas durian. Karena itu, pengembangan kawasan produksi perlu mengikuti pertumbuhan permintaan pasar ekspor.

Ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekspor. Dengan demikian, perluasan kawasan durian dapat memperkuat pasokan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani.


Ingin Sulteng topang produksi nasional

Fausiah mengatakan Indonesia merupakan salah satu produsen durian terbesar di Asia Tenggara. Produksi nasional rata-rata mencapai 1,8 juta ton per tahun. Produksi tersebut berasal dari luas panen sekitar 105 ribu hektare. Namun, pemerintah masih membutuhkan tambahan kawasan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Karena itu, Kementan berharap Sulawesi Tengah mampu meningkatkan kontribusinya terhadap produksi nasional. Pengembangan kawasan durian menjadi salah satu langkah untuk mencapai target tersebut.

“Kami berharap Sulteng mampu menopang jumlah produksi nasional ke depan,” kata Fausiah.

Harapan tersebut sejalan dengan peluang ekspor yang kini terbuka semakin luas. Sulteng tidak hanya memiliki lahan potensial, tetapi juga sudah memiliki jalur ekspor durian ke pasar China.

Bibit bersertifikat jadi penguatan kawasan

Melansir Antara News, penggunaan bibit bersertifikat menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan durian. Kementan menargetkan bantuan tersebut dapat menghasilkan tanaman dengan kualitas yang lebih terjamin. Selain itu, pemerintah membekali petani dengan pupuk organik. Kombinasi bibit dan sarana produksi tersebut diharapkan membantu petani mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Namun, pengembangan kawasan durian membutuhkan waktu hingga tanaman memasuki masa produktif. Karena itu, petani perlu merawat tanaman secara konsisten sejak awal penanaman.

Pemerintah daerah juga perlu menjaga kesinambungan pendampingan kepada petani. Dengan begitu, bantuan pemerintah tidak berhenti pada penyaluran bibit dan pupuk.

Ekspor naik, tantangan ikut membesar

Pertumbuhan ekspor durian membuka peluang besar bagi Sulawesi Tengah. Namun, peluang tersebut juga menuntut kemampuan daerah menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan. Karena itu, pengembangan kawasan harus berjalan bersama peningkatan kapasitas petani. Pemerintah, petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan perlu membangun rantai pasok secara terpadu.

Jika langkah tersebut berjalan konsisten, kawasan durian Sulteng dapat berkembang menjadi sentra produksi baru. Bahkan, kawasan tersebut berpeluang memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan durian regional.

Dengan dukungan Kementan, pemerintah daerah kini memiliki tambahan modal untuk memperluas kawasan durian. Sebanyak 14 ribu bibit bersertifikat menjadi langkah awal menuju target yang lebih besar.

Pada saat yang sama, pasar China sudah memberikan sinyal kuat melalui aktivitas ekspor yang terus berjalan. Karena itu, tantangan berikutnya ialah memastikan kebun baru mampu menghasilkan durian berkualitas secara berkelanjutan.

Jika produksi, kualitas, dan pasokan berhasil dijaga, durian berpotensi menjadi sumber ekonomi baru bagi Sulteng. Bukan hanya untuk daerah, tetapi juga untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam pasar durian Asia Tenggara. (P-Ant/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan