Lompat ke konten
Rabu, 14 Oktober 2026
Breaking
DAERAHNEWS

Penyerangan pos TNI di Maybrat, OPM klaim bawa kabur senjata dan amunisi

Zamir Ambia2 menit baca
Bagikan
1774503511-2560x1439
Pasukan TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya mengeklaim berhasil merampas senjata api dan amunisi milik TNI dalam penyerangan pos TNI di Maybrat, Papua Barat Daya. (Beritasatu.com)

PRIORITAS, 26/3/26 (Jakarta): Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah merebut sejumlah senjata api beserta puluhan amunisi milik TNI dalam serangan terhadap pos keamanan di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Kontak tembak yang terjadi pada Minggu pagi (22/3/26) tersebut mengakibatkan dua prajurit marinir TNI Angkatan Laut dari Satgas Yonmar 9/BH gugur, sementara satu prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka kritis.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan telah menerima laporan dari TPNPB Kodap IV Sorong Raya, Denimos, dan Zakarias Fatem yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu sekaligus membawa kabur sejumlah senjata.

“Serangan dipimpin langsung oleh Komandan Operasi Kodap IV Sorong Raya, Manfred Fatem, bersama Samuel Asem. Kami berhasil menyita satu pucuk senjata FN Minimi MK3 buatan Belgia, satu pucuk senjata M4, dua unit magasin, dan 49 butir amunisi kaliber 5,56,” ujar Sebby dalam keterangannya, Kamis (26/3/26).

Sebby menegaskan, seluruh perlengkapan militer yang berhasil direbut kini menjadi milik TPNPB dan tidak akan dikembalikan.

Ia juga menyatakan, pasukan OPM berhasil menembak delapan aparat di dua lokasi berbeda, meskipun satu anggota mereka, Alfons Sorry, turut gugur dalam baku tembak tersebut.

Perampasan senjata

Pihak TNI mengonfirmasi adanya perampasan senjata dalam insiden tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh, senjata yang hilang terdiri dari satu unit K3 Daewo lengkap dengan magasin dan amunisinya, serta satu pistol Caracal beserta magasinnya.

Dua prajurit Marinir yang gugur dalam serangan itu diketahui bernama Andi Suvio dan Elki Saputra dari satuan Yonif 7 Marinir. Jenazah keduanya telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan secara militer.

Peristiwa ini bermula pada Minggu (22/3/26) sekitar pukul 06.35 WIT, ketika lima anggota Tim Jaga Pos Tinjau yang dipimpin oleh Serda Mar Rafli Oktavian bergerak menuju lokasi pemantauan.

Saat hendak menempati pos tersebut, mereka tiba-tiba diserang tembakan dari arah depan. Kontak senjata pun sempat berlangsung hingga bantuan yang dipimpin Letda Mar Hayatu bersama 18 personel datang untuk melakukan penyisiran sekaligus mengevakuasi korban.

Dalam keterangan yang sama, TPNPB Kodap IV Sorong Raya meminta pemerintah segera menarik seluruh pos militer dari kawasan permukiman sipil di Maybrat. Mereka juga menetapkan wilayah Aifat Timur dan Kabupaten Maybrat sebagai zona merah dalam operasi militer mereka.

“Kami meminta Panglima TNI mengakui anggotanya yang tewas dan berhenti memberikan stigma kriminal kepada TPNPB. Kami berperang untuk kemerdekaan, bukan untuk pembangunan jalan atau uang,” tegas pernyataan tersebut.

TPNPB turut mengeluarkan peringatan tegas kepada warga yang berprofesi sebagai pedagang, pengemudi ojek, hingga aparatur sipil negara di wilayah konflik agar segera meninggalkan area tersebut, dengan ancaman hukuman mati bagi siapa pun yang dicurigai sebagai agen intelijen.

Sementara itu, kondisi di Distrik Aifat Selatan, Maybrat, masih berada dalam penjagaan ketat oleh aparat gabungan TNI-Polri untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya serangan lanjutan. (P-*r/Zamir Ambia)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami