Benarkah 955 senjata di sekolah swasta Jaksel untuk kegiatan ekstra kurikuler? Satu pemiliknya sudah meninggal

Jeffrey Rawis
Sabtu, 8 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 8/8/26 (Jakarta): Sejak 3 hari lalu, sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bikin heboh dan jadi viral di media sosial (Medsos) karena di lokasi itu ditemukan hampir seribu senjata di salah satu ruangan. Sesudah sempat misterius, kini akhirnya pemilik senjata itu terkuak. Tapi salah satu pemiliknya disebut sudah meninggal. Lalu, ada pertanyaan berikutnya, benarkah senjata-senjata ini (salah satunya senjata api) untuk kegiatan ekstra kurikuler (Ekskul)?


Diketahui, ada 995 pucuk senjata yang ditemukan merupakan senapan angin, dengan rincian: 4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm. Wuauw!

Pihak Kepolisian menyebutkan 995 pucuk airsoft gun itu merupakan impor dari luar negeri. Polisi masih mendalami peruntukan impor ratusan senjata tersebut. Polisi juga mencari tahu alasan senjata itu disimpan dalam ruangan IWD, yang merupakan tempat mantan ketua yayasan.

Akui kepemilikan dan berizin


Sesudah sempat simpang siur pihak PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) buka suara terkait temuan ratusan senjata di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Ratusan pucuk airsoft gun tersebut. Itu semua diklaim milik mereka dan berizin resmi.

“Benar, itu milik Lokta Karya Perbakin. Itu sudah jelas, ada izinnya yang 995 pucuk itu berupa airsoft gun,” aku Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), Alhadid Endar Putra, saat dihubungi, Jumat (7/8/26) kemarin.

Endar yang juga selaku kuasa mantan ketua yayasan berinisial IWD, mengatakan, dirinya telah dimintai keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan. Ia juga telah memperlihatkan surat izin kepemilikan ratusan pucuk airsoft gun dengan nomor SI/5483-XII/2008 itu ke pihak kepolisian.

Endar menegaskan, total 995 pucuk senjata itu berupa airsoft gun, bukan senjata api. Senjata api yang ditemukan, kata dia, hanya ada satu pucuk dan kepemilikannya pun legal.

“Kalau senjata api itu bukan punya Lokta, tapi ada pemiliknya, juga ada izinnya juga, satu (pucuk) kalau tidak salah. Pemiliknya nanti saya buka di Polres, karena itu ada izinnya, dan tidak ada magazinnya, tidak ada amunisinya,” bebernya dikutip media.

Untuk kegiatan ekstra kurikuler?

Lalu, mengenai mengapa senjata itu ada di sekolah, Alhadid menjelaskan duduk perkaranya.

Jadi, ratusan senjata itu disimpan di gudang sekolah berkaitan adanya rencana kegiatan ekstrakurikuler (Ekskul) menembak target di sekolah tersebut.

Pemilik senjata api sudah meninggal

Kemudian, polisi mengungkap pria berinisial DS sebagai pemilik satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge yang ditemukan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Sosok DS merupakan direktur di PT Lokta Karya Perbakin.

“Jadi kalau dilihat penelusuran dari identitas ini yang bersangkutan merupakan direktur ya, terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (7/8/26) kemarin.

Tetapi Budi mengatakan, demikian Detik.com, DS sudah meninggal dunia pada 2020. Pihak kepolisian, menurut Budi, juga berencana memeriksa pria inisial IWD atau IW, yang merupakan mantan ketua yayasan yang namanya terseret lantaran ratusan senjata itu ditemukan di ruangannya.

“Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut,” kata Budi Hermanto. (P-*/jr)

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan