Avatar season 2: Netflix ungkap sisi tersembunyi Aang dan Zuko

Rebecca Wilhelmina T
Jumat, 26 Juni 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 26/6/26 (Jakarta): Musim kedua “Avatar: The Last Airbender” menghadirkan pendekatan yang lebih mendalam terhadap perkembangan karakter. Tidak hanya menyuguhkan aksi dan pertarungan elemen, serial live-action Netflix ini mengajak penonton menyelami sisi kepribadian tersembunyi atau shadow self dari para tokoh utamanya.


Dikutip dari Variety, showrunner Christine Boylan mengungkapkan setiap karakter utama memiliki “bayangan”, yakni sisi diri yang selama ini tidak mereka tampilkan kepada orang lain.

Menurutnya, sisi tersebut tidak selalu bermakna negatif, melainkan bagian dari proses seseorang memahami jati dirinya.

“Setiap karakter memiliki sisi ‘bayangan’. Bayangan tidak selalu merupakan bagian negatif dari diri kita. Bayangan hanyalah bagian lain dari diri kita yang mungkin belum siap kita tunjukkan kepada orang lain,” ujar Boylan, sebagaimana dilansir dari times.co.id Jumat (26/6/26).


Perjalanan emosional Aang, Zuko, Toph

Pada musim kedua yang mulai tayang di Netflix 25 Juni kemarin, perjalanan emosional Aang, Zuko, dan Toph menjadi fokus utama dalam delapan episode yang disajikan.

Aang digambarkan tidak lagi sekadar sebagai pengembara udara, tetapi juga harus menerima tanggung jawab besar sebagai Avatar. Sementara itu, Zuko kembali dihadapkan pada konflik identitasnya yang tercermin melalui sosok Blue Spirit.

Toph juga memperoleh ruang pengembangan karakter yang lebih luas. Di balik citranya sebagai pengendali bumi yang tangguh, ia tetap merupakan putri keluarga bangsawan Beifong yang harus menghadapi tekanan dari lingkungan keluarganya.

Berbeda dengan ketiga karakter tersebut, Boylan menilai proses pendewasaan Sokka dan Katara berlangsung lebih alami melalui berbagai tantangan yang mereka hadapi sepanjang perjalanan.

Adaptasi Live-Action

Selain memperkuat karakter, tim produksi juga menerapkan strategi berbeda dalam mengadaptasi serial animasi legendaris tersebut ke format live-action.

Produser eksekutif, Jabbar Raisani, menjelaskan, proses produksi musim kedua dan ketiga dilakukan secara beriringan. Strategi itu memberi keleluasaan bagi tim kreatif untuk menyusun alur cerita yang lebih terhubung.

“Ketika Anda harus memproduksi dua musim secara bersamaan, salah satu keuntungannya adalah Anda dapat melihat bagaimana bisa masuk ke Musim 2 dan menyiapkan ruang untuk membuat Musim 3,” ujar Raisani.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan sejumlah adegan dan momen favorit dari serial animasi yang sempat terpotong untuk dimasukkan kembali ke dalam alur cerita yang berbeda tanpa menghilangkan esensi kisah aslinya.

Boylan mengatakan tim kreatif berupaya mempertahankan berbagai elemen ikonik, termasuk adegan emosional maupun humor yang menjadi ciri khas serial animasi.

Konspirasi Ba Sing Se

“Avatar: The Last Airbender” membawa Aang dan kelompoknya menuju Ba Sing Se untuk mencari dukungan Raja Bumi dalam menghadapi ancaman Raja Api Ozai.

Namun, perjalanan tersebut justru mempertemukan mereka dengan berbagai intrik politik dan konspirasi yang tersembunyi di balik tembok kota terbesar di Kerajaan Bumi.

Dengan fokus pada konflik psikologis para karakter serta alur cerita yang lebih kompleks, musim kedua menjadi jembatan penting menuju klimaks besar yang telah dipersiapkan tim produksi untuk musim ketiga. (P-*/rwt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan