Purbaya temui Gubernur Bank China, pastikan penerbitan Panda Bond segera

Jeffrey Rawis
Jumat, 26 Juni 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 26/6/26 (Jakarta): Pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan, rencana penerbitan Panda Bond masih sesuai jadwal, yakni pada akhir Juni atau awal Juli 2026. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (Dirjen SPSK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Herman Saheruddin menyatakan.


Selanjutnya Herman menjelaskan, hingga saat ini proses perizinan penerbitan Panda Bond terus berjalan. Dalam kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ke China pekan lalu, Purbaya bertemu Gubernur Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBOC), Pan Gongsheng untuk membahas percepatan proses perizinannya.

“(Penerbitan Panda Bond) sesuai jadwal. Kemarin kita sudah bertemu karena perizinannya memang harus masuk juga ke PBOC,” ujar Herman, Kamis (25/6/26) kemarin.

Bank Sentral China sambut positif dan siap mempercepat


Dikatakannya lagi, Bank Sentral China menyambut positif rencana penerbitan Panda Bond dan siap membantu mempercepat proses yang diperlukan. Namun, sejumlah tahapan administrasi tetap harus dipenuhi sebelum penerbitan dilakukan nanti.

Diketahui, sebelumnya Menkeu Purbaya menyebut pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bond senilai US$1 miliar.

Purbaya menyatakan itu seusai serangkaian pertemuan dengan Menteri Keuangan China Lan Fo’an, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta sejumlah investor dalam kunjungan resmi ke China pada 16-19 Juni 2026.

Strategi diversifikasi sumber pembiayaan internasional dan memperkuat rupiah

Disebuykan, pemerintah menyiapkan penerbitan Panda Bond sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan internasional sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

Diketahui pula, Panda Bond merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing di pasar obligasi domestik China dalam denominasi yuan (renminbi), sehingga dapat dipasarkan langsung kepada investor di China daratan.

“Dalam pertemuan dengan PBOC, kami diminta mempercepat pengajuan dokumen perizinan. Memang dari pihak underwriter belum memasukkan dokumen, sehingga PBOC meminta agar segera diajukan supaya bisa langsung diproses. Dukungan mereka terhadap rencana ini sangat baik,” demikian Menkeu Purbaya. (P-*r/Bst/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan