Pupuk RI senilai Rp7 T tembus Australia, Mentan: Harga nasional turun 20 persen

Jeffrey Rawis
Jumat, 15 Mei 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 15/5/26 (Jakarta): Kini industri pupuk nasional semakin kuat setelah ekspor ke Australia, sementara harga pupuk dalam negeri berhasil turun 20 persen, demikian Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan.


Selanjutnya Amran mengatakan, pemerintah mencatat kemajuan besar di sektor pupuk dalam negeri melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen tanpa tambahan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini.

“Di saat geopolitik dunia memanas, Indonesia Alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia,” tutur Amran di sela pelepasan ekspor perdana produk urea PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, sebagaimana keterangan di Jakarta, Kamis (14/5/26) kemarin.

Diampaikannya lagi, kebijakan tersebut juga disertai penambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton untuk memperluas akses petani kita.


“Volume pupuk bertambah. Inilah kebahagiaan 160 juta petani Indonesia dan 115 juta petani padi (di antaranya),” ujar Amran lagi.

Tonggak baru transformasi industri pupuk nasional

Indonesia, menurutnya, kini mencatat tonggak baru transformasi industri pupuk nasional melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun.

Lalu fi saat yang sama, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menambah volume pupuk untuk petani nasional, menandai penguatan sektor pupuk dari hulu hingga hilir.

Ditambahkan, pelepasan tersebut menjadi tonggak baru penguatan kerja sama sektor pupuk melalui skema government-to-government (G2G) antara Indonesia dan Australia, demikian dilansir Antara.

Selanjutnya Amran menyebutkan, ekspor perdana yang dilepas hari ini mencapai 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar. Ekspor tersebut merupakan tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500.000 ton dengan total nilai sekitar Rp7 triliun.

Ekspor ke Filipina, India hingga Brasil

Sesudah Australia, pemerintah mulai mengarahkan penguatan pasar ekspor pupuk nasional ke sejumlah negara strategis lain seperti India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh.

Sementara itu tempat yang sama, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Australia ini.

“Australia menghargai hubungan dengan Indonesia. Kerja sama ini mencerminkan persahabatan dan kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia, bukan hanya dengan PT Pupuk Indonesia,” ujar Gita Kamath menegaskan.

Ditambahkan, kerja sama tersebut juga memiliki manfaat langsung terhadap penguatan ketahanan pangan kedua negara ke depan.

Gita Kamath juga mengaku bangga mendapat dukungan ketahanan pangan dari Indonesia. Yang mana pupuk itu akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum yang digunakan di Indonesia untuk membuat berbagai produk pangan.

“Ini contoh nyata kerja sama Indonesia dan Australia yang menghasilkan manfaat bersama,” demikian Gita Kamath lagi. (P-*r/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan