Suryopratomo, mantan Dubes RI untuk Singapura luncurkan kembali buku ‘Panggil Saya Tommy’

Herling Tumbel
Minggu, 10 Mei 2026
5 menit membaca

PRIORITAS, 10/5/26 (Jakarta): Suryopratomo – akrab disapa Tommy – mantan Duta Besar RI untuk Singapura, meluncurkan kembali buku autobiografinya berjudul “Panggil Saya Tommy”. Peluncuran kali ini digelar secara terbatas di Toko Buku Kinokuniya, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (9/5/26).


Sebelumnya, peluncuran dan bedah buku “Panggil Saya Tommy” dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Giat tersebut diadakan di Hotel Aston Serang, Banten, 8 Februari 2026, dihadiri ratusan insan pers dari berbagai daerah.

Peluncuran disertai bedah buku “Panggil Saya Tommy” untuk kedua kalinya ini, dihadiri sejumlah tokoh nasional yang disebut pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 12 Mei 1961 itu sebagai sahabat-sahabatnya. Salah satunya adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, teman seangkatan Tommy di Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor lulusan 1983.

Suasana peluncuran buku “Panggil Saya Tommy”, di Toko Buku Kinokuniya, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (9/5/26). (Beritaprioritas/ht)

Hadir juga Mari Elka Pangestu, Menteri Perdagangan (2004–2011), dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Duduk di barisan depan, tampak pula Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan (2014–2016) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) (2016–2019), dan Dirut PT KAI (2009–2014).


Selain itu, hadir Rini Soemarno, Menteri BUMN (2014-2019), dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (2001-2004). Dari kalangan muda, hadir Friderica Widyasari Dewi atau lebih akrab disapa Kiki Widyasari, mantan model dan aktris yang sejak Maret 2026 lalu dipercaya menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026–2031.

Dari kalangan jurnalis, hadir antara lain wartawan senior Elman Saragih, dan penerus Tommy di Harian Kompas, Budiman Tanurejo. Acara yang dipandu Valentinus Resa – Host ikonik Meet Nite Live MetroTV – dan dihadiri lebih dari seratus orang di tengah area toko buku itu berlangsung santai dan kaya tawa.

Sebagai jurnalis, Tommy pernah menjadi wartawan Harian Kompas dan kemudian menjadi Pemimpin Redaksi korang terkemuka Indonesia itu. Ia kemudian pindah dan memimpin Harian Media Indonesia, lalu bergeser ke MetroTV sebagai Direktur Pemberitaan.

Seperti diakuinya, ia menjadi Duta Besar atas arahan pemilik Media Grup (antara lain membawahi Media Indonesia dan MetroTV), Surya Paloh, yang juga Ketua Umum Partai Nasdem. “Pak Surya yang meyakinkan Presiden Jokowi untuk menjadikan saya Duta Besar,” cerita Tommy.

Foto bersama sejumlah tokoh, para sahabat Suryopratomo alias Tommy. (Beritaprioritas/ht)

Tak menyangka

Suryopratmo diangkat sebagai Duta Besar Luar Biasa Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) RI untuk Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 91/P tahun 2020 tanggal 11 September 2020, Nomor 92/P dan 93/P tahun 2020 tanggal 14 September 2020.

Ia menjalankan tugas sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Singapura selama lebih dari lima tahun, sampai dengan 3 Januari 2026 lalu.

Pengalamannya selama menjabat Dubes LBBP di Singapura itulah yang ia tuangkan dalam buku autobigorafinya dengan judul “Panggil Saya Tommy” – dalam versi Bahasa Inggris “Call Me Tommy” – setebal 344 halaman.

Dalam penuturannya saat peluncuran buku Sabtu lalu, Tommy kembali mengungkapkan bahwa ia sama sekali tak menyangka akan menjadi duta besar.

“Saya bukan berlatar belakang diplomat. Saya latar belakang wartawan dan saya merasa bahwa perjalanan 5 tahun 2 bulan itu sangat menarik,” ujar Tommy, seperti ditulisnya juga dalam keterangan pers yang dikutip Minggu (10/5/26).

Bagi Tommy, Singapura adalah negara yang menjadi salah satu sahabat terdekat Indonesia, baik dalam sisi politik, keamanan maupun ekonomi.

Dia menyampaikan selama lima tahun dua bulan menjadi Dubes RI untuk Singapura, ada banyak hal yang perlu dipertahankan. Paling utama adalah bagaimana mampu membangun sinergi dan teamwork, serta mampu membangun trust and confidence antara Indonesia dan Singapura.

“Dan hasilnya itu sepanjang kita sama-sama menyadari bahwa Indonesia dan Singapura itu saling melengkapi, maka akan banyak manfaat yang bisa dipetik dalam hubungan di antara kedua negara,” katanya lagi.

Sang penulis buku membubuhkan tanda tangan di buku “Panggil Saya Tommy” yang diperoleh pengunjung di toko buku tempat acara pelunucuran dan bedah buku tersebut digelar. (Beritaprioritas/ht)

“Maaf tak semuanya diungkapkan”

Ia mengingatkan, tidak lama lagi kita akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura. “Saya kira ini sesuatu yang sangat penting juga untuk membangun kesadaran kita,” tambah Tommy.

Dia berharap dengan adanya buku ini, berbagai kekurangan dari apa yang telah dibangunnya dapat diperbaiki, dan kelebihannya bisa dilanjutkan. Namun, kata dia, terpenting adalah bagaimana Indonesia dan Singapura sama-sama menyadari kedua negara bisa saling memberikan manfaat, dan menciptakan kesejahteraan bersama bagi kedua bangsa.

“Topik-topik yang dimasukkan di dalam buku ini sendiri lebih pada karena tugas yang diberikan oleh Pak Jokowi ketika itu adalah bagaimana meningkatkan jumlah mahasiswa ekonomi, maka yang saya upayakan adalah bagaimana bisa menarik investasi lebih banyak dari Singapura ke Indonesia,” kata dia.

Dalam lima tahun menjadi Dubes RI untuk Singapura, dia melihat hasil yang sangat luar biasa. Pertama kali datang ke Singapura, investasi Singapura ke Indonesia itu sekitar USD9,8 miliar, dan ketika masa jabatannya berakhir sebagai Dubes RI untuk Singapura, nilai investasi ke Indonesia sudah di atas USD20 miliar.

“Jadi dua negara sepanjang kemudian kita bisa bangun saling pengertian, dan memberikan pemahaman bahwa kita ini saling melengkapi, hasilnya sangat luar biasa,” ujar Tommy.

Namun, pada bagian lain penuturannya saat peluncuran bukunya, dalam nada sedikit bergurau ia mengatakan tidak semua pengalamannya selama menjabat Dubes diungkapkannya. “Mohon maaf, saya terikat dengan sumpah menjaga rahasia negara,” ungkap Tommy disambut gelak tawa audiens. (P-ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan