Samuel Eko (tengah) merayakan gol saat Indonesia menaklukkan Jepang 5-3 pada semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/26). (Courtesy of Antara)PRIORITAS, 7/2/26 (Jakarta): Tim nasional (Timnas) futsal Indonesia akan menghadapi ujian terbesar dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Asia Futsal. Tim Garuda dijadwalkan menantang Iran pada laga final Piala Asia Futsal 2026 yang digelar Sabtu (7/2/26) malam pukul 19.00 WIB di Indonesia Arena, Jakarta.
Partai puncak ini menjadi tonggak baru bagi futsal nasional. Dari 11 kali tampil di ajang Piala Asia Futsal sejak debut pada edisi 2002, Indonesia untuk pertama kalinya menembus babak final. Capaian ini melampaui rekor terbaik sebelumnya yang hanya mencapai perempat final pada edisi 2022 di Kuwait.
Perjalanan Indonesia menuju final berlangsung dengan catatan impresif. Tim asuhan Hector Souto tampil dominan sejak fase grup dengan keluar sebagai juara Grup A. Konsistensi permainan berlanjut ke perempat final saat Indonesia menyingkirkan Vietnam dengan skor tipis 3-2, kemenangan yang mengantarkan Garuda ke semifinal pertama sepanjang sejarah.
Momentum bersejarah itu tidak berhenti. Pada babak semifinal, Indonesia kembali mencetak kejutan dengan menundukkan Jepang 5-3. Hasil tersebut menjadi pembalasan atas kekalahan dari tim yang sama pada Piala Asia Futsal 2022, ketika Indonesia disingkirkan dengan skor 2-3.
Di sisi lain, Iran datang ke final dengan status raksasa futsal Asia. Tim ini tercatat sebagai pemilik gelar terbanyak Piala Asia Futsal dengan koleksi 13 trofi. Dominasi tersebut mengukuhkan Iran sebagai kekuatan utama kawasan, diperkuat posisi mereka di peringkat lima dunia futsal. Laga nanti menjadi final ke-16 bagi Iran, dengan catatan hanya dua kali gagal meraih gelar juara.
Rekam jejak pertemuan turut mencerminkan kesenjangan pengalaman kedua tim. Indonesia belum pernah mencatat kemenangan atas Iran di ajang Piala Asia Futsal. Kekalahan terbesar terjadi pada edisi 2006, saat Indonesia takluk dengan skor telak 1-20.
Meski demikian, pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto menilai situasi tersebut tidak menjadi beban. Ia melihat status debutan di final justru memberi keuntungan psikologis bagi timnya, karena tidak dibayangi tuntutan sejarah atau ekspektasi berlebih.
“Bagaimana mungkin kami mendapat tekanan jika ini final pertama kami. Iran sudah memainkan lebih dari 100 pertandingan AFC dan hanya kalah beberapa kali,” ujar Hector Souto pada jumpa pers pra-pertandingan di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat.
Pelatih asal Spanyol itu menambahkan, tekanan justru berada di pihak lawan. Menurutnya, reputasi panjang dan tradisi juara membuat Iran memikul tanggung jawab besar untuk mempertahankan dominasi mereka di Asia.
“Iran punya sejarah, kualitas pemain, dan reputasi besar. Tekanan itu ada pada mereka,” kata Souto.
Dari kubu Iran, pelatih Vahid Shamsaee memandang final ini sebagai laga yang sarat dinamika. Ia menilai Indonesia tampil dengan kepercayaan diri tinggi, ditopang dukungan publik tuan rumah yang masif.
“Atmosfer penonton Indonesia sangat luar biasa dan kami menghadapi tim yang tampil di final untuk pertama kali dengan motivasi besar,” ujar Shamsaee dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Final Piala Asia Futsal 2026 mempertemukan dua narasi berbeda. Indonesia membawa semangat sejarah dan euforia publik. Iran datang dengan reputasi panjang dan tuntutan mempertahankan mahkota Asia. (P-Khalied M)